TEMANGGUNG — Kawasan rest area Kledung (Kledung Pass) yang berada di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, terancam mangkrak. Sejumlah fasilitas yang digunakan untuk menunjang kawasan peristirahatan itu, mulai rusak.
DPRD mendesak Pemkab segera memperbaiki seluruh sarana dan prasarana yang ada. Juga melakukan perawatan rutin.
Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Temanggung, Matoha mengatakan, dari hasil tinjauan, sejumlah sarana dan prasarana mangkrak. ”Sudah banyak coret-coretan dan bangunan yang rusak,” katanya.
Selain mangkrak, fasilitas yang ada juga tidak memenuhi syarat. MCK, misalnya, tak dilengkapi dengan penyediaan air bersih. Akibatnya, para pengguna fasilitas ini memilih untuk tidak membersihkan WC setelah digunakan. ”Baunya sangat tidak enak, karena tidak ada airnya. Ini menjadi catatan khusus.”
Fasilitas musala juga tidak didukung dengan ketersediaan air wudu. Karena itu, musala lebih banyak digunakan sebagai sarana peristirahatan, ketimbang tempat ibadah. ”Tidak ada air buat wudu, itu hal yang aneh untuk sebuah musala.”
Kondisi yang demikian, membuat rest area Kledung terancam mangkrak. Nasibnya diprediksikan akan seperti rest area Ngipik di Kecamatan Pringsurat yang kini mangkrak dan menjadi depo pasir.
Dewan meminta Pemkab segera mengambil tindakan konkret.
”Padahal, potensinya besar. Rest area Kledung berada di tengah antara Sindoro dan Sumbing. Udaranya sejuk dan sangat nyaman. Juga indah untuk tempat peristirahatan kendaraan. Tapi, jika tidak dijaga dengan baik, nasibnya sama seperti rest area Ngipik,” ucap Ketua DPC PKB Temanggung itu.
Wakil Bupati Irawan Prasetyadi mengklaim telah mengambil sejumlah langkah untuk penyelamatan rest area Kledung. Yakni, membuat event secara kontinu di tempat tersebut sehingga punya daya tarik tersendiri. ”Kita telah membuat Rhythm of Temanggung, dan kita akan membuatnya per tiga bulan untuk memancing tempat tersebut agar tidak mangkrak,” terangnya.
Terkait fasilitas yang tidak tersedia, pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan rutin. Juga perawatan secara kontinu, sehingga tempat tersebut layak digunakan sebagai tempat peristirahatan. ”Kami akan perbaiki,” janjinya. (zah/lis/ce1)