SIMPANG LIMA – Ribuan umat Nahdlatul Ulama berkumpul di Lapangan Simpang Lima Semarang, untuk memperingati  Harlah 91 Hijriah, 88 Masehi, Rabu (11/6) malam. Peringatan Harlah dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendar Prihadi, KH Shodiq Hamzah, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Habib Syekh Abdul Qodir, dan Ketua MUI Jateng Ahmad Dahroji. Acara ini juga dimeriahkan kenduri dengan 1.000 tumpeng.
Dalam sambutannya, Shodiq Hamzah meminta agar umat NU membaca kembali dakwah 10 Waliyullah dan berharap negara Indonesia menjadi kesatuan yang solid dan terpadu. ”Kita harus menjadi umat yang bersatu, agar bangsa kita menjadi bangsa yang besar. Kita juga harus meniru semangat wali 10, wali yang kesepuluh adalah Gus Dur,” katanya.
Sementara Ganjar mengatakan, NU yang berawal dari pondok pesantren telah memberikan banyak perubahan dan muncul inovasi dalam sendi kehidupan. ”Bahkan tokoh NU memelopori pelestarian lingkungan seperti mangrove dan tanaman organik,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran NU sangat dibutuhkan dalam sisi sosial, ekonomi dan politik karena memiliki kontribusi luar biasa untuk menjaga kebhinekaan. NU penuh dengan toleransi, sehingga ia sering bertanya pada ulama NU. ”Mereka bisa memberikan pemecahan masalah dan solusi dengan pendekatan yang khas, banyak guyonnya tapi sangat bermakna. Bisa kita ambil contoh Gus Dur yang merupakan tokoh besar NU yang khas dengan guyonannya,” paparnya. (den/ton/ce1)