Hatta Rajasa Dorong Ekonomi Kerakyatan 



2220

PEKALONGAN-Sebagai identitas budaya Indonesia dan diakui dunia, batik selalu menarik minat hampir semua pejabat untuk kampanye. Salah satunya, Calon Wakil Presiden (Cawapres), Hatta Rajasa yang tidak mau kehilangan momentum tersebut. Sehingga pada Kamis (12/6) kemarin, meluangkan waktunya untuk datang ke pusat grosir terbesar di Setono, Kota Pekalongan.
“Batik kini menjadi luar biasa. Telah digunakan banyak orang. Bahkan semua kantor mewajibkan batik di hari tertentu,” ujarnya kepada wartawan.
Hatta pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong ekonomi kerakyatan. Dan batik adalah produk ekonomi kerakyatan yang mendunia. ”Untuk itulah, saya datang kesini. Ingin melihat langsung aktivitas pedagang batik di grosir batik terbesar ini,” ucapnya.
Kegiatan ekonomi seperti batik, menurutnya, harus didorong. Dengan segala macam dukungannya, dari permodalan sampai penjualan. Terlebih, batik sebagai warisan dunia tak benda merupakan kebanggaan bangsa. Wilayah pantura Pekalongan dan sekitarnya, masyarakatnya sebagian besar memang hidup dari batik. Dari pengusaha, buruh batik, penjual bahkan sampai loper batik. “Saya sendiri penggemar batik. Apalagi istri saya, juga mengurusi tenun. Jadi cukup pas, jika saya mendukung batik,” katanya.
Sementara itu, kunjungan ke Pekalongan merupakan titik pertama Hatta di Jawa Tengah. Sebelum mengunjungi Grosir Setono, Menko Perekonomian RI ini sempatkan mengunjungi salah satu pabrik teh yang lokasinya tidak jauh dari tempat tersebut. Rombongan melanjutkan perjalanan ke Batang untuk berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Rifaiyah. Kemudian ke Salatiga dan Semarang. (han/ida)