PEKALONGAN-Tak terima kebijakan manajemen PT Mana Garment di Jalan Kawasan Industri Dekoro memecat atau mem-PHK karyawannya Abdul Rozak, Serikat Pekerja Nasional (SPN) Pekalongan menggeruduk kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkot Pekalongan, Kamis (12/6) kemarin. Pasalnya, alasan pemecatan diduga karena posisi Rozak sebagai pengurus SPN di perusahaan tersebut.
Kehadiran para buruh di kantor Dinsosnakertrans Jalan Majapahit langsung dimediasi oleh Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial Jaminan Sosial, Slamet Hariadi. Sedangkan Rozak bersama SPN, dipertemukan langsung dengan Manajer PT Mana Garment, Junaidi.
Dalam kesempatan tersebut, Rozak mengadukan pemecatan dirinya hanya karena beda prinsip. “Namun tidak dijelaskan secara detail alasannya beda prinsip. Saya kemudian dikasih uang Rp 1 juta, dan bliang tidak bisa melakukan kerjasama lagi,” terang pria yang sudah bekerja 1 tahun 2 bulan tersebut.
Selain itu, katanya, Rozak mengungkapkan jika dirinya juga dituduh sebagai provokator. Karena itulah, akhirnya dipecat sejak 4 April lalu. Kendati begitu, sempat dilakukan pertemuan bipartit (kedua belah pihak, Rozak dan manajemen, red), namun tidak ada titik temu. “Waktu itu, saya cuma dikasih pilihan, dimutasi di perusahaan lainnya di Sepait. Tapi karena jauh dari rumah, saya tidak mau,” tuturnya.
Junaidi yang datang mewakili perusahaan menegaskan bahwa banyak alasan dalam pemecatan Rozak. “Karyawan kami ini bekerja di bagian gudang dan pengepakan, namun sering membantah tugas atasannya. Sering protes dan mempengaruhi karyawan lain untuk turut protes atas peraturan yang ada. Saya contohkan, seperti tempelan protes di tembok perusahaan. Orangnya temperamental, pernah hampir memukul kepala bagian produksi. Pernah di SP satu kali karena tertidur pada 10 September 2013,” jelasnya panjang lebar.
Saat berita ini ditulis, proses mediasi masih berjalan alot. Menurut pengurus SPN saat demo berlangsung, jika tidak ada titik temu akan demo lebih besar pada 16 Juni mendatang. Bahkan mengancam akan mendirikan tenda keprihatinan di depan perusahaan. (han/ida)