DEMAK-Sabuk pantai sangat mendesak dibangun antara Demak, Kota Semarang hingga Kendal sepanjang 100 kilometer. Hal itu untuk mengatasi abrasi sekaligus menjadi jalan tepi laut. Namun, Pemkab Demak justru belum menganggarkan dana yang cukup untuk pemuatan sabuk pantai tersebut.
Terkait hal ini, Kabupaten Kendal telah lebih dulu menganggarkan dana sekitar Rp 800 miliar. Sedangkan, Kota Semarang menganggarkan dana sebesar Rp 300 miliar. Karena itu, mau tidak mau pemerintah pusat ikut campur tangan mengatasi masalah darurat tersebut.
Demikian terungkap dalam konsultasi publik dalam rangka fasilitasi tindak lanjut penyusunan zonasi masalah pesisir yang digelar Bappeda Demak di Hotel Amantis, kemarin.
Kepala Bappeda Demak, Tri Pudji Lestari mengatakan, Pemkab kini sedang menggodok persiapan untuk membangun sabuk pantai di wilayah Demak. Karena itu, diperlukan upaya lebih detail penanganan dengan mencari sebanyak-banyaknya masukan dari elemen masyarakat pesisir maupun pihak yang berkompeten, termasuk dari pihak perguruan tinggi.
“Kami cari masukan supaya bisa menjadi pelengkap masalah sabuk pantai pesisir ini,” katanya.
Prof Nilwan dari Ikata Alumni Teknik Sipil Undip Semarang menegaskan, bahwa potensi abrasi di wilayah Semarang dan sekitarnya makin tak terkendali. Karena itu, perlu penanganan segera.
“Butuh sabuk pantai. Apalagi, di Kota Semarang sudah mengalami penurunan permukaan tanah sehingga 20 cm pertahun. Saya kira di Demak juga sama,” ujarnya.
Menurutnya, pembuatan sabuk pantai Kendal-Semarang dan Demak butuh dana sekitar Rp 1 triliun. Untuk membangun sabuk pantai ini memang akan menghadapi kendala, termasuk pembebasan lahan masyarakat. (hib/ida)