SAAT masih kuliah, sebagian mahasiswa kerap kali menganggap enteng sebuah mata kuliah. Namun rupanya tidak bagi Myta Adelina. Baginya, semua mata kuliah itu penting dan berguna bagi masa depannya. Ternyata keyakinan Myta itu menjadi kenyataan. Alumnus DIII Ilmu Komunikasi Undip tahun 2008 ini pun merasakan pentingnya ilmu yang ia terima sewaktu kuliah setelah bekerja sebagai Public Relations di Hotel Pandanaran Semarang.
”Di dunia kerja, saya bisa mengaplikasikan ilmu yang saya dapat sewaktu kuliah dulu. Ternyata sangat berguna bagi karir dan kinerja saya,” ucap gadis kelahiran 17 Februari 1988 ini kepada Radar Semarang.
Setelah lima tahun bekerja, kini Myta menduduki jabatan sebagai Marketing Manager di hotel berbintang itu. Meski sempat mengalami kesulitan dalam pekerjaannya, Myta mengaku mendapat berbagai pengalaman baru dalam setiap jenjang karirnya.
“Setelah jadi PR, saya naik jabatan jadi sales, kemudian jadi Manager. Ya, semuanya banyak rintangan dan tantangan, tapi yang namanya kepercayaan perusahaan, saya berusaha memberikan sebaik mungkin untuk kemajuan perusahaan, » ungkap dara yang mengaku masih jomblo ini.
Di sela-sela aktivitasnya, ternyata Myta lebih memilih mendengarkan musik ketimbang bepergian. Menurutnya, musik adalah bagian dari hidupnya. “Kalau pulang kerja udah capek dulu, jadi saya milih dengerin musik agar penat dan stres hilang. Paling suka sih musik aliran jazz,” kata pengagum Bruno Mars ini.
Dalam melakoni hidup, Myta memegang satu prinsip, yakni hidup hanya sekali dan buatlah hidup lebih bermakna. Hal ini membuatnya lebih berusaha memahami arti hidup. “Hidup hanya sekali, jadi gunakan waktu sebaik mungkin,” tandas gadis berzodiak Aquarius ini. (den/aro/ce1)