JAWA TENGAH terancam kehilangan 15 medali emas pada PON XIX/2016 di Jawa Barat. Dari 24 atlet di berbagai cabang olahraga yang mengajukan pindah atau mutasi ke provinsi lain, 15 di antaranya adalah yang terbaik di Indonesia saat ini dan berpotensi emas di PON Jabar mendatang.
Plt Ketua Umum KONI Jawa Tengah Hartono saat memimpin rapat koordinasi dengan pengurus cabang olahraga kemarin, mengatakan angka itu berdasarkan perolehan medali emas pada PON XVIII/2012 Riau. Tetapi, lanjut dia, sudah menjadi kebijakan Jawa Tengah untuk tidak mengeluarkan surat pindah kepada atletnya. “Mereka yang mengajukan mutasi ini merupakan atlet prestasi,” katanya.
Ia mengatakan kalau sudah 30 hari mereka mengajukan surat pindah ternyata tidak mendapat balasan maka yang bersangkutan bisa melenggang tetapi yang terjadi sekarang ini mereka ada yang mengajukan banding kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori). Dari jumlah tersebut, kata dia, yang sudah resmi pindah karena menang dalam sidang di Baori adalah Agus Prayogo dan Dian Kartika (keduanya dari cabang olahraga atletik) yang pindah ke Jawa Barat.
Menurut dia, berdasarkan keterangan dari pengurus atletik Jawa Tengah disebutkan bahwa atlet yang pindah maka daerah yang baru harus memberikan kompensasi uang pengganti pembinaan. “Saya mendengar informasi kalau uang ganti pembinaan itu Rp300 juta tetapi uang tersebut masuknya ke kas negara,” katanya. (smu)