RSI Sultan Agung Terbakar, Pasien Panik

118

KALIGAWE — Ruang Baitunisa, Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Rabu (11/6) pukul 09.30 mengalami kebakaran di lantai III. Kebakaran itu terjadi karena korsleting listrik. Akibat kejadian tersebut, 21 karyawan mengalami luka bakar serius.
Selain petugas, pasien juga panik. Pegawai rumah sakit mulai dari satpam sampai perawat sibuk mengeluarkan pasien dari kamar yang kebanyakan diisi oleh pasien yang habis melahirkan ataupun mau melahirkan. Di lantai III, beberapa petugas lalu-lalang untuk menyelamatkan pasien. Sejumlah petugas dengan membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berusaha mematikan api.
Tetapi api tidak dapat dipadamkan dan merambat ke beberapa ruangan. Petugas RS bersama pemadam kebakaran harus mengeluarkan pasien menggunakan mobil tangga. Pasien dan karyawan berhasil dikeluarkan dari kepungan api melalui jendela samping. Sejumlah pasien dan karyawan yang mengalami luka bakar, kemudian dikumpulkan di posko untuk mendapatkan perawatan.
Tenang, peristiwa ini hanyalah simulasi penanganan kebakaran di RSI Sultan Agung. Ketua Komite K3 RSI Sultan Agung, dr Imam Sumarjo mengatakan simulasi ini untuk melatih karyawan RS agar lebih cekatan. ”Apabila terjadi peristiwa itu maka karyawan mulai OB sampai dokter bisa langsung menangani dengan cepat dan tanggap,” katanya.
Lebih lanjut Imam mengatakan, kegiatan ini melibatkan ratusan karyawan mulai dari OB sampai dokter. Kegiatan ini, juga melibatkan petugas berwenang lain mulai dari Kepolisian, TNI serta dari anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang. ”Jadi selain karyawan juga pihak luar juga dilibatkan untuk kelancaran kegiatan ini,” katanya. (hid/ton/ce1)