REMBANG – Manajemen PSIR Rembang kembali dihadapkan pada ujian jelang libur panjang ini. Setelah muncul sinyal pengunduran diri Bambang ’’Max” Handoyo dari kursi kepala pelatih, kini giliran pelatih kiper Joko ’’Dalbo” Purwanto yang santer dikabarkan mundur dari tim berjuluk Laskar Dampo Awang.
Isu mundurnya pelatih kiper ini memunculkan spekulasi bahwa internal manajemen sedang diguncang penggembosan besar-besaran oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab di luar pengurusan tim berlogo jangkar itu. Kabar ini kian santer setelah sebelumnya sejumlah pemain luar daerah memilih untuk mundur, sebut saja seperti Munadi, Feri Liga Saputra, dan Amsar Rezahundua.
Menanggapi hal itu, manajer PSIR Siswanto enggan berspekulasi tentang kabar penggembosan itu. Pihaknya memastikan kondisi manajemen PSIR masih tetap solid. Dia pun menegaskan bahwa Max dan Joko Purwanto masih berkomitmen dengan manajemen.
”Memang kemarin Mas Joko sempat pamitan pulang kampung, tapi kami pastikan dia tidak mundur. Sementara Mas Max pun telah kami minta komitmennya untuk tetap meneruskan perjuangan di PSIR hingga tuntas,” tegasnya.
Siswanto tak memungkiri jika tim PSIR tengah didera ujian. Namun menurutnya ujian itu lebih dikarenakan ketidakstabilan pendanaan. Ia menyebutkan, jika belakangan muncul kabar penggembosan untuk menggulingkan manajemen yang kini dikelola, pihaknya memastikan tak akan keberatan.
”Sedari awal kami sangat terbuka, jika pun ada yang ingin mengelola PSIR kami justru akan lebih senang. Karena kami hanya ingin PSIR tetap ada dan nasib pemain lokal Rembang bisa tetap terberdayakan,” terangnya.
Lebih lanjut Siswanto mengaku, manajemen bertahan mengelola tim Laskar Dampo Awang di tengah kondisi krisis finansial hingga saat ini, lebih karena rasa tanggung jawab terhadap publik Rembang.
”Kami sudah dipercaya publik, meski berat kami harus tetap berjuang untuk menuntaskan tanggung jawab kami hingga kompetisi tahun ini berakhir. Kami optimistis meski tidak gampang dan banyak ujian akan dapat kita atasi,” ungkapnya.
Terpisah, Dirijen Gabungan Suporter Rembang (Ganster) M Fadlun meminta manajemen tetap bertahan. Sebab menurutnya jika manajemen saat ini mundur sebelum kompetisi rampung, ia khawatir nasib PSIR akan semakin runyam dan ancamannya sudah pasti tim kesayangan warga Rembang bisa terdegradasi.
”Kami tak ingin hal itu terjadi dan kami yakin manajemen pun tidak akan rela PSIR yang sudah diperjuangkan hingga hampir rampung kompetisi ini akhirnya pupus di tengah jalan,” ungkapnya. (ali/aji/jpnn/ric)