Makin Lebar Zona Degradasi

54

TEMANGGUNG — Menyia-nyiakan kesempatan pertandingan kandang versus PSIS Semarang, Persitema semakin mendekati zona degradasi pada Divisi Utama PT Liga Indonesia musim depan. Berada di juru kunci dengan akumulasi poin 5 selama 10 pertandingan, menyulitkan tim asuhan Yopi Riwoe untuk lolos dari ancaman degradasi.
Di balik ancaman degradasi yang harus diterima Laskar Bambu Runcing, PSIS Semarang merayakan kemenangannya sebagai tim yang berjaya di puncak grup 4.
Akumulasi 23 poin dalam jumlah laga yang sama dengan Persitema, PSIS berhasil menggeser Persis Solo yang memiliki 22 poin dengan jumlah pertandingan 10 yang telah dilakoni.
Untuk Persitema Temanggung, 3 pertandingan ke depan menjadi penentu masuk ke zona degradasi. Dua di antara tiga pertandingan yang tersisa, merupakan pertandingan tandang. Yakni melawan PSIR Rembang dan Persipur Purwodadi. Sementara satu kandang melawan tim perbatasan: PPSM Magelang.
Jika Persitema mampu menjuarai ketiga laga yang akan dilakoninya, maka Ayam Kedu— sebutan Persitema— memperoleh 9 poin tambahan plus 5 poin yang telah dikantongi.
Jumlah 14 poin masih memungkinkan untuk lolos dari zona degradasi. Dengan catatan, Persiku yang kini mengakumulasi 7 poin, mengalami kekalahan pada dua laga dari tiga laga tersisa. Sementara tim di atasnya, Persipur atau Persip Pekalongan, poinnya berhasil diloncati Persitema.
Kemungkinan lain, PPSM yang terancam terkena degradasi akibat masalah administratif.
”Kita optimistis saja, dari yang tersisa kita menang semua,” kata Manajer Persitema Temanggung, Yunianto.
Coach Persitema, Yopi Riwoe, berjanji akan memperbaiki performa para pemainnya dalam pertandingan mendatang. Menurut Yopie, kemenangan mutlak dibutuhkan agar Persitema lolos dari zona degradasi yang mengancam. ”Kita akan perbaiki tim kita agar lebih optimal,” tandasnya. (zah/isk/ce1)