Dugaan Korupsi Aplikasi CBS

PLEBURAN – Penyidikan atas kasus dugaan korupsi pengadaan aplikasi Core Banking System (CBS) di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah (sekarang Bank Jateng) tahun 2006 senilai Rp 35 miliar terus dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.
Setelah menetapkan dua tersangka, yakni Pimpinan Cabang Utama Bank Jateng Susanto Wedi dan Direktur Operasional Bank Jateng Bambang Widiyanto, Rabu (11/6) kemarin, kejati memeriksa Komisaris Independen Bank Jateng Ispriyanto. Mantan Direktur Umum PT Bank BPD Jateng selama dua periode itu diperiksa sebagai saksi.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jateng, Masyhudi, membenarkan pemeriksaan terhadap Ispriyanto tersebut. ”Ia diperiksa sebagai saksi,” katanya saat ditemui di kantornya di Jalan Pahlawan Semarang.
Masyhudi menjelaskan, yang bersangkutan diperiksa oleh penyidik sejak pukul 10.00 pagi. Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara tertutup di lantai 4 Kejati. ”Terkait materi pemeriksaan yang tahu penyidik,” ujarnya.
Disinggung mengenai adanya pencekalan terhadap Bambang Widiyanto, Masyhudi tidak menampiknya. Menurutnya, yang bersangkutan belum juga ditahan lantaran masih sakit. Atas hal itu, ia merencakan menunjuk dokter independen dari pemerintah. ”Saat ini masih dalam proses administrasi. Dokter independen untuk memastikan kondisinya (Bambang) benar-benar sakit,” ungkapnya.
Seperti diketahui, dalam kasus ini kejati telah menetapkan dua tersangka. Yakni, Direktur Operasional Bank Jateng Bambang Widiyanto dan Pimpinan Cabang Utama Bank Jateng Susanto Wedi. Surat perintah penyidikan tersangka Bambang yang juga mantan Kepala Divisi Akuntansi dan Pusat Data Elektronik Bank Jateng, terbit dengan nomor Print-9/O.3/Fd.1-03/2014 tanggal 4 Maret 2014.
Sedangkan untuk tersangka Susanto dengan nomor Print-10/O.3/Fd.1-03/2014. Susanto juga mantan Kepala Biro Perencanaan. Kedua surat itu tertanggal 4 Maret 2014. Penyidik masih menelusuri keterlibatan mantan Direktur Utama Bank Jateng berinisial H (Haryono), serta rekanan penyedia CBS. Dua tersangka disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proyek pengadaan CBS tersebut.
Dalam tahap penyelidikan, kejati sudah meminta keterangan dari berbagai pihak. Di antaranya, pihak Bank Jateng dan rekanan penyedia sistem. Dugaannya, proyek dipaksakan. Karena sistem yang lama masih bisa digunakan. Jenis aplikasi yang digunakan Bank Jateng adalah bancology, Sigma-AlphaBITS Core System, untuk konvensional dan syariah.
Untuk Sigma-AlphaBITS Core System yang dipakai Bank Jateng diduga tidak memenuhi kriteria yang disepakati. Kerugian dalam kasus ini diperkirakan Rp 5 miliar. Bank Jateng melakukan pengadaan CBS pada 2006. Proyek ini menghabiskan dana Rp 35 miliar. CBS merupakan software untuk sistem perbankan yang dipakai untuk memproses loan, saving, customer information file serta layanan perbankan lainnya. (fai/aro/ce1)