Kembali di Puncak Klasemen

162

TEMANGGUNG – Skuad PSIS Semarang akhirnya sukses mewujudkan ambisinya untuk meraih tiga poin penuh di laga tandang versus Persitema Temanggung di Stadion Bhumi Phala Temanggung sore (11/6) kemarin. Fauzan Fajri dkk berhasil menang 0-2 atas Persitema. Dengan hasil tersebut, saat ini tim Mahesa Jenar sukses mengudeta posisi puncak klasemen yang sebelumnya dihuni oleh Persis Solo. Saat ini PSIS kokoh di puncak klasemen dengan raihan 23 poin. Sementara di posisi kedua, dihuni oleh Persis Solo dengan raihan 22 poin dari 10 pertandingan yang telah dilakoni kedua tim.
Laga PSIS di kandang Persitema kemarin sebenarnya berjalan monoton di awal babak pertama. Baik Persitema maupun PSIS sama-sama belum menemukan bentuk permainan terbaik. Bahkan tercatat hanya beberapa peluang yang mampu diciptakan kedua tim. Itu pun selalu mentah di sektor lapangan tengah hingga akhirnya kedua tim harus berbagi angka 0-0 hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan sedikit meningkat. PSIS yang sadar harus mencuri tiga poin atas tim Laskar Bambu Runcing –sebutan Persitema— mulai mempertajam serangan yang dibangun dari lini tengah. Sebaliknya tim tuan rumah terkesan hanya bermain menunggu dan memanfaatkan serangan balik. Meski begitu, serangan demi serangan anak-anak Persitema belum mampu membahayakan pertahanan PSIS yang dikawal oleh duo center bek Fauzan Fajri dan Anam Sahrul.
Gol yang ditunggu-tunggu ratusan suporter PSIS yang datang menyaksikan laga tim kesayangannya akhirnya tercipta. Berawal dari sepakan bola mati yang dilepaskan Ronald Fagundez, kapten Mahesa Jenar Fauzan Fajri sukses melesakkan gol keempatnya bersama PSIS melalui tandukan kepala di menit ke-54. Gemuruh suara suporter SneX dan Panser Biru pun membahana di Stadion Bhumi Phala.
Namun pascagol Fauzan, laga kembali berjalan monoton. Sadar harus mengamankan kemenangan, pelatih PSIS Eko Riyadi mencoba memasukkan dua tenaga baru, yakni gelandang Eli Nasoka dan bomber Ahmad Nufian Dani di pertengahan babak kedua. Hasilnya cukup lumayan, melalui penetrasi dari sisi kanan pertahanan Persitema, gelandang Eli Nasoka sukses mengirimkan umpan cantik yang mampu diselesaikan oleh bomber asing PSIS, Julio Alcorse di menit ke-77.
Gol kedua PSIS yang dicetak oleh Alcorse tersebut sempat memancing protes keras dari pemain Persitema. Para pemain tuan rumah menganggap bola yang dilepaskan Eli Nasoka sebelum memberi umpan tarik ke Alcorse itu lebih dulu meninggalkan lapangan hijau. Bahkan akibat protes keras punggawa Persitema kepada wasit Dian Purba dan asisten wasit tersebut, laga sempat berhenti beberapa menit sebelum akhirnya wasit asal Kudus itu memutuskan untuk melanjutkan laga.
Tertinggal 0-2 tuan rumah Persitema mulai meningkatkan tempo permainan. Namun beberapa skema serangan yang coba mereka peragakan selalu mentah di barisan pertahanan PSIS yang membuat kemenangan 0-2 tim Mahesa Jenar atas Persitema bertahan hingga usai laga.
Asisten pelatih PSIS, Dwi ’Londo’ Setiawan, mengakui, di awal babak pertama anak-anak asuhnya gagal meredam tekanan pertandingan, sehingga skema yang mereka inginkan gagal dikembangkan dengan baik oleh Fauzan Fajri dkk. ”Beban untuk menang membuat skema kita tidak berjalan di babak pertama. Selain itu, anak-anak juga masih tampil hati-hati, itu yang membuat tempo berjalan lambat di babak pertama,” tegas Londo usai laga kemarin.
Sementara di kubu tuan rumah, arsitek Yopi Riwoe mengakui anak-anak asuhnya tampil di luar penampilan terbaik seperti laga sebelumnya ketika berhasil menang 2-0 atas Persiku Kudus di tempat yang sama. ”Evaluasi kami lebih kepada sikap anak-anak yang kadang ada hal sebenarnya tidak perlu dilakukan. Selebihnya, termasuk kepemimpinan wasit, saya kira semua yang menyaksikan langsung bisa memberi penilaian tersendiri,” kata Yopi. (bas/aro/ce1)