BARUSARI – Aparat Polrestabes Semarang kian gencar melakukan razia penyakit masyarakat di Kota Semarang. Sasaran utamanya, miras perjudian serta sejumlah tempat kos yang disinyalir digunakan untuk sarana mesum.

Kepala Polrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya terus mengintensifkan razia pekat di Kota Atlas. Tiap malam petugas diturunkan untuk razia di sejumlah titik-titik yang sudah ditentukan. Di antaranya, sejumlah warung remang-remang yang menjual bebas miras secara ilegal. ”Kami akan terus meningkatkan terus giat untuk memerangi berbagai penyakit masyarakat. Ini sudah sangat meresahkan,” katanya.

Selain pekat, razia ditingkatkan untuk mengantisipasi aksi kriminalitas di jalan. Polisi akan menindak tegas pelaku perampas bersajam. Keberadaannya sudah meresahkan dan membuat tidak tenang masyarakat ketika keluar malam. ”Tidak ada ampun dengan perampas bersajam, kami akan menindak tegas,” tambahnya.

Sebelumnya, Polrestabes Semarang menggerebek dan menutup sejumlah karaoke liar di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Semarang, Jumat (6/6). Tindakan tegas diambil, karena karaoke tidak berizin dan keberadaannya mengganggu ketenteraman masyarakat. Berbagai peralatan dan miras di dalam karaoke langsung diamankan petugas. ”Tempat ini langsung kami segel, karena karaoke tidak memiliki izin. Keberadaannya juga dirasa mengganggu masyarakat,” tambahnya.

Kasat Binmas Polrestabes Semarang, AKBP I Nengah Wirta Damayana menambahkan, sudah mengintensifkan razia di sejumlah rumah kos. Sikap tegas ini dilakukan, karena banyak pasangan tidak resmi memanfaatkan kos sebagai tempat memadu kasih. ”Ada informasi banyak kos disalahgunakan, jadi kami fokus untuk merazianya,” katanya.

Sejauh ini, Nengah mengaku sudah melakukan razia dan menemukan pasangan tidak resmi. Mereka didata dan diberikan surat untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. ”Jika masih kami temui, akan ditindak tegas, dan akan dijerat dengan pasal tipiring,” tambahnya. (fth/ton/ce1)