MAGELANG – Angka pengangguran yang makin meningkat, mendorong Pemkot Magelang menggelar bursa kerja (job fair). Kegiatan yang dimotori oleh Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Magelang ini, dihelat selama dua hari, mulai Selasa (10/6), di Gedung Wiworo Wiji Pinilih, Kota Magelang.
Staf Ahli Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan, Djadmo Wahyudi yang mewakili wali kota mengatakan, job fair diharapkan mampu meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Salah satunya, melayani, mendidik tenaga kerja yang profesional, dan menyalurkannya. ”Kami harap, para tenaga produktif melalui job fair ini dapat tersalurkan ke perusahaan yang benefit dan bonafide.”
Djadmo menambahkan, mengacu pengalaman 2013, dari 1.200 pelamar kerja, sebanyak 105 sudah ditempatkan ke antarkerja lokal (AKL), antarkerja daerah (AKD), antarkerja negara (AKN). ”Harapannya tahun ini pendaftarnya lebih banyak.”
Kepala Disnakertransos Kota Magelang, Aris Nugroho yang juga ketua panitia mengatakan, job fair untuk memfasilitasi proses bertemunya pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja secara langsung.
”Acara ini sudah yang ketiga kalinya diselenggarakan. Tahun ini, ada 42 perusahaan yang terbagi di beberapa daerah. Misalnya Magelang, Temanggung, Wonosobo, Semarang dan  Jogjakarta dengan total 5.787 lowongan pekerjaan dan 206 posisi,” terangnya.
Pihaknya menargetkan 5.000 pelamar kerja. Sehingga jika tersalurkan kerja, maka angka pengangguran akan mengalami penurunan. Salah satu pendaftar, Nurul Ulya Magsum, 20, mengaku terbantu dengan adanya job fair.
Ia bisa memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya sebagai lulusan SMK. ”Saya lulusan SMK jurusan otomotif, kebetulan di sini ada perusahaan spare part yang membuka lowongan. Harapannya diterima,” kata Nurul. (mg4/lis/ce1)