REMBANG – Manajemen PSIR membuka diri terhadap kedatangan pelatih baru jika Bambang Max Handoyo memutuskan rehat dari kursi kepelatihan. Meski demikian, manajemen tetap berharap pelatih berlisensi B itu tetap bertahan.
Manajer PSIR Siswanto mengatakan Max sudah sejak putaran pertama lalu berkeinginan rehat dengan alasan kesehatannya yang terganggu. Namun karena keinginannya yang kuat untuk memajukan PSIR, dia tetap bertahan meski kondisi kesehatannya terganggu. ”Max selama ini jadi tumpuan klub dan memang berat jika dia harus rehat. Kami akan berusaha keras agar ia tetap bertahan karena PSIR masih sangat membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Siswanto mengatakan bahwa pada tanggal 20 Juni akan segera dilakukan pemenuhan tunggakan gaji pemain yang belum terbayar selama dua bulan kemarin. Dia mengaku kondisi krisis finansial memang membuat manajemen kelimpungan. “Kondisi ini tak hanya dialami PSIR, tapi hampir semua klub di Divisi Utama. Namun bagaimana pun kami akan tetap memperjuangkan hak pemain,” ujarnya.
Terkait kelanjutan PSIR yang masih menyisakan empat pertandingan hingga Agustus mendatang, pihaknya optimistis tim berkostum oranye ini akan mampu merampungkan kompetisi tahun ini dengan baik. ’’Kami yakin plt Bupati Rembang khususnya dan masyarakat Rembang pada umumnya tak ingin PSIR berhenti di tengah jalan, apalagi harus degradasi,” ujarnya. (ali/aji/jpnn/smu)