GAMBILANGU – Diduga karena rem blong, truk tronton bermuatan kapas dengan nopol B 9231 UP yang dikemudikan Suwarno, 54, warga Solo terguling di perbatasan Kota Semarang dan Kendal,Selasa (10/6) siang. Menurut informasi yang dihimpun Radar Semarang, truk melaju dari Kendal menuju Semarang mulai kehilangan kendali saat hendak turun dari jembatan layang arteri Kaliwungu. Saat mencapai gapura batas kota Kendal dan Semarang, sopir truk sengaja membanting kemudi ke kiri untuk menghindari korban jiwa karena di saat yang bersamaan terdapat razia yang dilakukan Satlantas Polrestabes Semarang.
Alhasil, truk menabrak jembatan dan terguling ke sisi kanan jalan hingga menutup seluruh badan jalan ke arah Semarang. Sementara muatan truk berceceran di jalan hingga membuat lalu lintas ke arah Semarang macet total.
”Saya dari Bandung dengan tujuan Demak, waktu sampai turunan jembatan layang truk mengalami rem blong. Saya pun membanting kemudi untuk menghindari menabrak razia polisi agar tidak ada korban jiwa. Nahas truk malah terbalik,” kata Suwarno.
Hal itu dibenarkan oleh kernet truk, Tarmuji, 23 warga Sragen yang mengatakan sopir truk terpaksa membanting kemudi untuk menghindari adanya korban jiwa. ”Kalau nekat jalan malah menabrak razia dan pasti ada korban, jadi terpaksa membanting kemudi ke kiri,” timpalnya.
Sementara itu, Binanto, 45, warga sekitar mengaku mendengar suara benturan yang keras. Setelah ia melihat ke sisi jalan, truk sudah terguling dan menutupi badan jalan. ”Benar tadi ada razia, mungkin sopir truk sengaja membanting kemudi agar tidak menabrak razia polisi,” ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini, sopir dan kernet truk hanya mengalami luka ringan. Namun badan truk yang terguling menutupi jalan membuat jalan pantura arah Semarang macet total hingga 5 kilometer. Lalu lintas kembali lancar, saat badan truk dan muatannya bisa dievakuasi dari tengah jalan sekitar pukul 12.00. (den/ton/ce1)