TEMANGGUNG — Harga kopi jenis arabika menunjukkan tren kenaikan di Kabupaten Temanggung. Seperti diketahui, selain sentra tembakau, Temanggung merupakan wilayah penghasil kopi.
Kenaikan harga dipicu rendahnya angka produksi kopi pada tahun ini. Produksi yang rendah, karena anomali cuaca. Juga akibat angin kencang yang berdampak gugurnya bunga kopi.
Ketua Klaster Kopi Temanggung, Imam Sardjo Selasa (10/6) mengatakan, pada awal panen, harga kopi arabika gelondong merah Rp 4.500 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 5.500 per kilogram. Kini, bisa mencapai Rp 6.500 per kilogram. ”Harga terus membaik, pada masa panen kali ini paling tidak mengalami kenaikan hingga tiga kali,” katanya.
Ia mengatakan, harga kopi di tingkat petani, tergantung harga kopi dunia. Sebab, kopi Temanggung sebagian besar diekspor, meski melalui perantara dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Produksi kopi tahun ini, jauh lebih baik dibandingkan 2013. Meski begitu, masih di bawah produksi tahun 2012.
Ia menyebut, pada 2012, satu pohon kopi arabika bisa menghasilkan hingga 15 kilogram kopi gelondong basah. Tahun ini, menghasilkan sekitar enam hingga 10 kilogram per batang. ”Panen tahun 2012 merupakan panen raya bagi petani kopi di Temanggung.”
Dikatakan, biji kopi arabika dari Temanggung banyak dibeli eksporter dari Bandung. Kemudian, mereka mengekspor ke sejumlah negara tujuan. Seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dan Tiongkok.
Seorang petani kopi warga Kledung, Wuwuh mengatakan, harga kopi arabika pada panen kali ini cukup bagus. Namun, hasil buah tidak maksimal. Panen kali ini, harga kopi mengalami kenaikan beberapa kali. Pada masa akhir panen kopi arabika, harga kopi gelondong merah mencapai Rp 6.000 hingga Rp 6.500 per kilogram. (zah/lis/ce1)