SOLO – Sidang kasus penganiayaan seorang pengamen di daerah Baturono, Pasar Kliwon, Senin (9/6) kemarin, dijaga ketat puluhan petugas kepolisian di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Dalam sidang tersebut, pengacara Khuzaimah alias Jaim, 26, warga Pasar Kliwon membacakan eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).
Aparat kepolisian sudah datang pukul 11.30 sebelum bus kejaksaan datang membawa Khuzaimah alias Jaim. Beberapa polisi terlihat melengkapi diri dengan senjata dan berjaga di dalam ruangan PN. Beberapa menit berselang, bus kejaksaan datang dan membawa Jaim.
Terdakwa Jaim yang turun dari bus dengan beberapa tahanan lain terlihat meletakkan tangannya di depan dada dengan jari telunjuk mengarah ke atas. Ia melakukan hal serupa hingga masuk ruangan sidang. Ia datang mengenakan baju gamis berwarna putih menggunakan peci di kepalanya. Bahkan, Jaim sempat melempar senyum kepada para pewarta foto yang menjepretnya.
Dalam sidang eksepsi tersebut, pembacaan dilakukan oleh pengacara Jaim, Anies Prijo Ansharie di depan ketua majelis hakim, Supriono dengan anggota, Hari Tri Hardianto dan Djoni Iswantoro. Penasehat hukum menyatakan, dakwaan JPU tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap. Misalnya, dalam hal perbuatan yang dilakukan baik dalam dakwaan alternatif kesatu pasal 170 ayat (1) KUHP atau dakwaan alternatif kedua pasal 351 ayat (1) Jo 55 KUHP Jaksa menguraikan perbuatannya dengan sama persis.(yan/mas/jpnn/ric)