BOYOLALI – Penambangan pasir di Kali Apu, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, dengan menggunakan alat berat dinilai ilegal. Pasalnya, tidak ada izin yang masuk ke Pemkab Boyolali terkait kegiatan tersebut. Pihak terkait akan melakukan operasi penertiban di lokasi tersebut, jika memang ada alat berat di Kali Apu.
Hal ini dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Mineral Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Boyolali Mustajab, kemarin (9/6). Menurut dia, pekan lalu, pihaknya bersama satpol PP sudah melakukan operasi di Kali Apu. Hasilnya, terdapat empat alat berat yang berada di lokasi penambangan.
Dari empat backhoe tersebut, satu kunci disita dan satu alat berat berhasil lolos. ”Sedangkan dua lainnya tak ada operatornya. Alasannya sedang rusak. Kami tak tahu apakah rusak beneran atau operatornya lari,” ujar dia.
Dijelaskan, semua alat berat tersebut milik orang Magelang. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan operasi gabungan lagi. Sebab berdasar informasi, pascaoperasi pertama, masih ada backhoe yang beroperasi di Kali Apu. Pihaknya memastikan, alat berat yang beroperasi di Kali Apu adalah ilegal.
Menurut Mustajab, penambangan di Kali Apu mulai marak dalam dua pekan terakhir, sejak ditutupnya penambangan pasir di wilayah lain. ”Seluruh alat berat yang beroperasi dipastikan tidak berizin. Sebab izin penambangan di Kali Apu belum pernah dikeluarkan,” tambahnya.
Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Produk Hukum Perda (Gakda) Satpol PP Boyolali Suryoko menambahkan, pihaknya sudah memanggil dua pemilik alat berat. Keduanya adalah warga Magelang. Salah satu dari mereka, yakni Susetyanto, warga Muntilan, datang dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengoperasikan alat berat selama tidak ada izin. Sementara yang satunya lagi belum datang.
Suryoko menambahkan, bila ternyata masih ketahuan ada backhoe yang beroperasi, pihaknya akan memberlakukan tindakan tegas. ”Kalau kemarin hanya kita minta kuncinya. Nanti kalau masih ada begu akan kita amankan. Kita keluarkan dari lokasi penambangan,” tandasnya. (wo/un/jpnn/ric)