MUNGKID– Produsen mi berformalin di Dusun Bagongan, Desa Sukorejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, dikenal kerap membagikan mi secara gratis kepada masyarakat setempat. Sehingga hal itu tak membuat warga curiga.

Kepala Dusun Bagongan, Ashuri mengatakan, produksi mi berformalin di dusunnya sudah berlangsung setahun. Dia mengaku sudah pernah mencicipi mi hasil produksi pabrik tersebut rumahan itu.
“Dulu pernah makan satu kali waktu istri beli. Rasanya biasa saja, tidak ada yang aneh, mungkin karena saya yang tidak tahu,” ujarnya.
Tidak hanya dia. Warga lain, menurut sang kadus, juga tidak sadar dan tidak tahu-menahu bahwa ternyata mi yang diproduksi mengandung bahan berbahaya jenis formalin. Apalagi, tiap warga yang hendak membeli mi tersebut, justru diberikan gratis tanpa harus membayar. “Kami baru tahu setelah ada penggerebekan Rabu (4/6) siang,” kata dia.
Sebagaimana diketahui, pabrik mi formalin rumahan itu digerebek oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah. Ada sebanyak 6 karung atau sekitar 3 kuintal barang bukti berupa mi yang dibawa oleh petugas,” jelasnya.
Menurutnya, rumah itu sejatinya milik Sunarsih, warga setempat. Namun dikontrak oleh dua orang bernama Adang, 39 dan Udik, yang mengaku warga Kota Magelang.
“Mereka mengajukan izin mengontrak rumah ini selama dua tahun. Tapi baru berjalan satu tahun ini untuk dijadikan pabrik pembuatan mi basah. Setiap hari pabrik buka jam 08.00 pagi sampai 18.00 sore,”
Pantauan koran ini, kondisi rumah semi permanen itu terlihat berantakan.  Dari balik celah jendela, terlihat mesin pengolah mi basah yang tidak dioperasikan. Sementara, di sebelahnya, terdapat meja kayu dengan bahan mi yang sudah berbau di atasnya.   “Kemarin ada police line tapi sudah diambil,” kata dia.
Sementara itu, salah satu warga Dusun Bagongan, Dhian Adie mengaku sempat curiga dengan keberadaan pabrik mi tersebut. Ia kerap mendengar informasi dari tetangga, bahwa pabrik itu menjual mi basah dengan harga jauh lebih murah dibanding lainnya. “Ternyata benar kecurigaan saya, kemarin digerebek oleh polisi karena mie nya mengandung formalin,” kata dia. (vie/lis)