WONOSOBO –  Petugas Satreskrim Polres Wonosobo bekerja sama dengan Polda Jateng berhasil menggulung komplotan rampok bersenpi (senjata api). Mereka merupakan pelaku perampokan di Desa Banteng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Selain itu, komplotan ini juga terlibat di 17 kasus perampokan lain di kabupaten dan kota di Jawa Tengah menggunakan senjata api rakitan.
“Komplotan ini terlibat perampokan di Desa Banteng Kecamatan Kejajar beberapa waktu lalu, sudah tertangkap 4 orang, yang dua masih dalam pencarian,”kata Kapolres Wonosobo AKBP Agus Pujianto kemarin (9/6) dalam gelar perkara di Mapolres Wonosobo.
Agus menyebutkan, empat pelaku perampokan yang sudah ditangkap meliputi, Sugiono Aji, 37, warga asal Jolontoro RT 2 RW 12 Kelurahan Sambek, Wonosobo; Joni Purwanto, 28, asal  Karang Kemiri RT 5 RW 4 Desa Karang Kemiri Kecamatan Pekumcen, Banyumas; Katawi, 40,  asal Kampung Doro Kandang RT 1 RW 1 Desa Doro Kandang Kecamatan Lasem, Rembang kemudian  Nanang Suryanto alias Atok alias Yanto alias Kate alias Keling, 26, asal Desa Bakurejo Kecamatan Grabak  Purworejo.
“Penangkapan empat tersangka ini, dari lokasi berbeda dan pada hari berbeda, setelah kita melakukan pengejaran cukup lama,”katanya.
Agus menjelaskan, dalam melakukan aksinya di Desa Banteng Kecamatan Kejajar, keenam pelaku mendatangi rumah korban menggunakan tiga sepeda motor dengan cara berboncengan. Korban adalah pasangan suami istri Mahmud dan Kastini warga RT 3 RW 2. Saat itu pada 29 Mei, sekitar pukul 02.30 korban Kastini hendak salat tahajud.
“Setelah mendengar suara pintu terbuka, kemudian datang dua orang, langsung menodong dengan senjata air softgun,”katanya.
Tak begitu lama, kata Agus, Mahmud suami Kastini berteriak keras dan dipukuli oleh perampok lainnya. Pelaku memukul korban menggunakan senjata api dan air softgun. Akibatnya korban mengalami luka parah pada bagian mata kanan kiri dan bibir sobek.
Setelah menyiksa pemilik rumah, kata Agus, keenam pelaku menggasak uang milik korban senilai Rp 100 juta.
“Uang yang dirampok hasil menjual kentang, karena korban sehari-hari petani sekaligus pembeli kentang,” ujarnya.
Setelah kejadian ini, Agus mengatakan langsung memburu para pelaku. Berbekal helm milik salah satu pelaku yang ditinggal di lokasi, dalam sehari polisi bisa menangkap Sugiono pada  30 Mei di salah satu hotel di Wonosobo. Dari satu pelaku, polisi mengembangkan dan berhasil menangkap Joni Purwanto yang dipancing dan datang ke Wonosobo pada 31 Mei, hari berikutnya Katawi dan Nanang Suryanto. Saat akan dibekuk para tersangka ini melakukan perlawanan sehingga dilumpuhkan pada bagian kakinya.
“Keempat pelaku ini menguasai pistol rakitan dan air softgun yang sudah dimodifikasi menggunakan peluru gotri,” ujarnya.
Kasatreskrim AKP Sunarto menambahkan, selain berhasil menangkap 4 pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa, 1 helm merk Honda TRX-3 warna hitam (milik Katawi), uang pecahan lima ribuan  sejumlah Rp 380.000, 1 sepeda motor Revo No.Reg AA-4313-HP (milik Aji). Dua jaket Jumper (milik Joni dan Yanto), 1 jaket warna hitam bertulisan, uang tunai Rp 20 juta (disita dari tersangka Joni). Kemudian uang tunai Rp 12.441.000 (disita dari  Aji). Satu jaket warna hitam, uang tunai Rp 6 juta (disita dari Katawi). Kemudian uang tunai Rp 7 juta disita dari Nanang Suryanto.
“Total uang yang diamanakan Rp 45.821.000. Uang tersebut merupakan hasil rampokan yang sudah dibagi-bagi, sebagian sudah dipakai para tersangka,” tandasnya.
Sementara itu, sejumlah peralatan yang digunakan untuk merampok sejumlah senjata api rakitan, senjata air softgun, obeng, kunci L, gotri, tali, peluru air softgun, peluru tajam, tabung gas.
“Selain terlibat di Banteng Kejajar, komplotan ini juga pelaku di 17 kasus perampokan di beberapa kota di Jateng, seperti Temanggung, Purworejo, Semarang, Purwokerto, Magelang dan beberapa lokasi lain,” paparnya.
Keempat pelaku ini, kata Sunarto, akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman 12 tahun, serta Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1952 karena menguasai senpi rakitan dengan ancaman 10 tahun penjara.
“Dua tersangka lainnya masih kita buru, kami sudah kantongi nama-namanya,” pungkasnya. (ali/lis)