30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Komplotan Permapok Bersenpi Dibekuk

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

WONOSOBO –  Petugas Satreskrim Polres Wonosobo bekerja sama dengan Polda Jateng berhasil menggulung komplotan rampok bersenpi (senjata api). Mereka merupakan pelaku perampokan di Desa Banteng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Selain itu, komplotan ini juga terlibat di 17 kasus perampokan lain di kabupaten dan kota di Jawa Tengah menggunakan senjata api rakitan.
“Komplotan ini terlibat perampokan di Desa Banteng Kecamatan Kejajar beberapa waktu lalu, sudah tertangkap 4 orang, yang dua masih dalam pencarian,”kata Kapolres Wonosobo AKBP Agus Pujianto kemarin (9/6) dalam gelar perkara di Mapolres Wonosobo.
Agus menyebutkan, empat pelaku perampokan yang sudah ditangkap meliputi, Sugiono Aji, 37, warga asal Jolontoro RT 2 RW 12 Kelurahan Sambek, Wonosobo; Joni Purwanto, 28, asal  Karang Kemiri RT 5 RW 4 Desa Karang Kemiri Kecamatan Pekumcen, Banyumas; Katawi, 40,  asal Kampung Doro Kandang RT 1 RW 1 Desa Doro Kandang Kecamatan Lasem, Rembang kemudian  Nanang Suryanto alias Atok alias Yanto alias Kate alias Keling, 26, asal Desa Bakurejo Kecamatan Grabak  Purworejo.
“Penangkapan empat tersangka ini, dari lokasi berbeda dan pada hari berbeda, setelah kita melakukan pengejaran cukup lama,”katanya.
Agus menjelaskan, dalam melakukan aksinya di Desa Banteng Kecamatan Kejajar, keenam pelaku mendatangi rumah korban menggunakan tiga sepeda motor dengan cara berboncengan. Korban adalah pasangan suami istri Mahmud dan Kastini warga RT 3 RW 2. Saat itu pada 29 Mei, sekitar pukul 02.30 korban Kastini hendak salat tahajud.
“Setelah mendengar suara pintu terbuka, kemudian datang dua orang, langsung menodong dengan senjata air softgun,”katanya.
Tak begitu lama, kata Agus, Mahmud suami Kastini berteriak keras dan dipukuli oleh perampok lainnya. Pelaku memukul korban menggunakan senjata api dan air softgun. Akibatnya korban mengalami luka parah pada bagian mata kanan kiri dan bibir sobek.
Setelah menyiksa pemilik rumah, kata Agus, keenam pelaku menggasak uang milik korban senilai Rp 100 juta.
“Uang yang dirampok hasil menjual kentang, karena korban sehari-hari petani sekaligus pembeli kentang,” ujarnya.
Setelah kejadian ini, Agus mengatakan langsung memburu para pelaku. Berbekal helm milik salah satu pelaku yang ditinggal di lokasi, dalam sehari polisi bisa menangkap Sugiono pada  30 Mei di salah satu hotel di Wonosobo. Dari satu pelaku, polisi mengembangkan dan berhasil menangkap Joni Purwanto yang dipancing dan datang ke Wonosobo pada 31 Mei, hari berikutnya Katawi dan Nanang Suryanto. Saat akan dibekuk para tersangka ini melakukan perlawanan sehingga dilumpuhkan pada bagian kakinya.
“Keempat pelaku ini menguasai pistol rakitan dan air softgun yang sudah dimodifikasi menggunakan peluru gotri,” ujarnya.
Kasatreskrim AKP Sunarto menambahkan, selain berhasil menangkap 4 pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa, 1 helm merk Honda TRX-3 warna hitam (milik Katawi), uang pecahan lima ribuan  sejumlah Rp 380.000, 1 sepeda motor Revo No.Reg AA-4313-HP (milik Aji). Dua jaket Jumper (milik Joni dan Yanto), 1 jaket warna hitam bertulisan, uang tunai Rp 20 juta (disita dari tersangka Joni). Kemudian uang tunai Rp 12.441.000 (disita dari  Aji). Satu jaket warna hitam, uang tunai Rp 6 juta (disita dari Katawi). Kemudian uang tunai Rp 7 juta disita dari Nanang Suryanto.
“Total uang yang diamanakan Rp 45.821.000. Uang tersebut merupakan hasil rampokan yang sudah dibagi-bagi, sebagian sudah dipakai para tersangka,” tandasnya.
Sementara itu, sejumlah peralatan yang digunakan untuk merampok sejumlah senjata api rakitan, senjata air softgun, obeng, kunci L, gotri, tali, peluru air softgun, peluru tajam, tabung gas.
“Selain terlibat di Banteng Kejajar, komplotan ini juga pelaku di 17 kasus perampokan di beberapa kota di Jateng, seperti Temanggung, Purworejo, Semarang, Purwokerto, Magelang dan beberapa lokasi lain,” paparnya.
Keempat pelaku ini, kata Sunarto, akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman 12 tahun, serta Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1952 karena menguasai senpi rakitan dengan ancaman 10 tahun penjara.
“Dua tersangka lainnya masih kita buru, kami sudah kantongi nama-namanya,” pungkasnya. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Sastrawan NH Dini di UKSW

SALATIGA — Sastrawan, novelis, dan feminis ternama NH Dini akan hadir dalam Open House yang digelar Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UKSW, Kamis (22/5)...

Polisi Ringkus Pengedar Narkoba

KENDAL—Satuan Reserse Narkoba Polres Kendal berhasil meringkus seorang pengedar narkoba jenis sabu. Tersangka yang diketahui berinisial AS, 45, di Jalan Raya Kaliwungu, Desa Sumberejo,...

Belajar dari Banyuwangi

Ada satu kelompok orang miskin yang tidak mungkin dientas. Mereka janda. Atau duda. Sudah tua. Tidak punya keluarga. Rumah juga tiada. Diberi modal pun tiada...

Pelajar Diminta Donasikan Buku

DEMAK-Pelajar diharapkan dapat mensukseskan gerakan membaca. Salah satu caranya adalah ikut mendonasikan buku untuk kebutuhan pojok baca. Kepala Dinas Pendidikan Demak, Anjar Gunadi mengatakan, minat...

More Articles Like This

- Advertisement -