PEKALONGAN – Budaya memberikan makanan tambahan pada anak di bawah usia 6 bulan sebaiknya dikurangi. Bayi seusia itu sebaiknya hanya mengkonsumsi air susu ibu (ASI) demi tumbuh kembang dan kesehatannya.
“Budaya dari masyarakat kita ini ketika punya bayi di bawah usia 6 bulan sering sudah diberi makanan tambahan berupa bubur dan pisang, karena asumsinya ketika bayi menangis itu lapar,” ungkap Ketua PKK kota Pekalongan Balqis Diab saat membuka pelatihan konselor laktasi di Gedung Diklat Kota Pekalongan Senin (9/6).
Menurut Balqis, bayi di bawah 6 bulan sebenarnya belum boleh diberi makanan tambahan. ASI merupakan nutrisi terbaik karena di dalam ASI mengandung nutrisi yang lengkap untuk tumbuh kembang sang bayi. Dengan semakin gencarnya sosialisasi mengenai pentingnya ASI bagi bayi saat ini, diharapkan tidak ada lagi anak-anak “kalengan” yaitu anak-anak meminum susu kaleng produksi pabrik.
“Kita semua harus paham dengan pentingnya memberikan ASI eksklusif pada bayi -bayi kita, walaupun sekarang banyak susu-susu formula namun kualitasnya tidak bisa dibandingkan dengan ASI. Jjangan sampai anak-anak kita menjadi anak kalengan,” ucapnya.
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan tidak hanya berfungsi untuk kesehatan sang bayi, namun dalam fase ini juga memberikan kedekatan antara bayi dengan ibunya. Ada ikatan batin antara anak dan ibu yang semakin kuat dengan mengasuh bayi dan memberikannya ASI eksklusif. (han/ton)