Babak Belur Dikeroyok 15 Berandal

185



BARUSARI – Nasib apes dialami Khoiron Yusuf, 25, warga asal Laren, Lamongan. Ia dikeroyok sekitar 15 pemuda tak dikenal di tempatnya berjualan nasi penyet di Jalan Fatmawati, Semarang, Minggu (8/6), sekitar pukul 02.00. Pemicunya, pelaku pengeroyokan tidak terima ditegur saat berada di depan warung tempat korban berjualan. Korban mengalami sejumlah luka lebam di kepala, wajah, dan sekujur tubuhnya. Sebagian pelaku memukul menggunakan batako.

Pengeroyokan bermula ketika Khoiron sibuk melayani pembeli di warung tempatnya bekerja. Di tengah kesibukan, ada tiga pemuda yang ramai-ramai dan mengganggu. Merasa terganggu, Khoiron lantas memperingatkan tiga pemuda bermotor itu untuk diam. ”Orangnya tidak terima, dan kemudian sempat terjadi adu mulut,” akunya.

Tiga pemuda bermotor itu pun lantas pergi dari lokasi. Tapi, tidak lama kemudian datang sekitar lima belas orang tak dikenal. Begitu sampai, mereka langsung mengeroyok Khoiron. ”Tiba-tiba langsung dipukul dan dikeroyok. Saya juga tidak kenal dengan mereka, jumlahnya sekitar 15 orang,” imbuhnya.

Khoiron hanya bisa menahan sakit, tanpa bisa melakukan perlawanan. Puas melakukan pemukulan, para pelaku kabur. Khoiron mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. ”Ada yang pakai tangan kosong, tapi ada juga yang pakai batu,” tambahnya.

Nasib serupa dialami Tan Kian Kwok, 35, warga Kr Laban No III, Semarang Tengah. Ia dikeroyok lima berandal jalanan di depan Museum Mandala Bhakti, Tugu Muda, Minggu (8/6), pukul 01.45. ”Saya sedang nongkrong di Tugu Muda, tiba-tiba lima pemuda mabuk itu datang dan mengeroyok,” akunya.

Sebelumnya, ia sedang bersantai sendirian. Tidak lama kemudian datang perempuan duduk di dekatnya. Beberapa lama kemudian, ia menyapa sang perempuan dan memintanya untuk pulang. Cukup beralasan karena tak jauh dari mereka ada lima pemuda mabuk sedang berusaha mendekat. ”Mungkin mereka tersinggung saya menyuruh perempuan itu pulang. Jadi langsung mengeroyok,” tambahnya.

Beruntung, aksi pengeroyokan berhasil dilerai. Pelaku yang dalam kondisi mabuk itu pun akhirnya meninggalkan lokasi. Merasa menjadi korban, ia akhirnya melaporkan kasus itu ke Mapolrestabes Semarang. (fth/ton/ce1)