SOLO – Puluhan ribu warga memadati Jalan Slamet Riyadi kemarin pagi. Mobilitas warga hanya untuk menikmati area bebas kendaraan kemarin pun cukup sulit. Pasalnya, ribuan orang memenuhi area car free day (CFD) dan membuatnya berubah menjadi lautan merah. Ya, jika dilihat dari atas memang area CFD Solo kemarin bak lautan merah karena ribuan warga dengan kompak mengenakan kaos merah seragam flashmob dalam rangka HUT ke-4 CFD Solo.
Begitu musik Solo Ngangeni dimainkan, ribuan warga langsung bergoyang mengikuti instruktur yang berada di atas panggung. Termasuk Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, dan sejumlah jajaran pejabat pemerintah kota (pemkot) turut berjoget sekitar 15 menit dengan iringan musik hasil aransemen lagu Happy milik Pharrel William tersebut.
Usai flashmob, wali kota naik ke panggung untuk memberikan sambutan terkait HUT ke-4 CFD Solo. Dari atas panggung ia bisa melihat keramaian CFD Jalan Slamet Riyadi. Saat sambutan itulah Rudy, sapaan akrab wali kota, dibuat jengkel dengan pengunjung CFD yang menginjak-injak taman kota.
“Tamannya biar nggak rusak, ayo bapak-ibu kalau mencintai Kota Solo jangan duduk di taman. Suk Minggu nek ke sini biar tamannya tetap bagus,” ucap Rudy sembari menunjuk ke arah taman kota yang berada di tepi Jalan Slamet Riyadi, Minggu (8/6).
Tak hanya sekali, Rudy pun sempat menegur beberapa kali pengunjung yang masih ngeyel menginjak taman kota dalam perayaan HUT CFD kemarin. Hal itu sangat ia sayangkan karena CFD sebagai area terbuka publik telah memberi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi. Maka menjadi kewajiban masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas yang ada termasuk taman kota.
Rudy mengatakan, keberadaan taman kota juga untuk mendukung CFD sebagai area terbuka hijau yang bebas emisi gas buang. Pepohonan dan tanaman yang tumbuh rindang di taman kota tentunya mendukung terwujudnya udara yang bersih dan sehat bagi masyarakat.
“Solo telah siapkan area publik yang luas mulai dari Purwosari sampai Gladag. Asal jangan injak-injak taman. Membuat itu mudah, merawatnya yang susah. Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan, wujudkan Solo Berseri dengan masyarakat yang peduli dengan lingkungan sekitarnya,” tukas Rudy. (dah/mas/jpnn/ric)