Tabrakan Karambol, 4 Tewas, 8 Luka

135

Truk Pasir Gasak 5 Motor dan 5 Mobil

JAMBU – Tabrakan karambol Minggu (8/6) pukul 17.00 terjadi di Jalur utama Ambarawa-Magelang Km 7, tepatnya di Desa Bedono Kecamatan Jambu. Tabrakan berawal dari truk pasir yang disopir Karnadi, 47, warga Bangsri, Jepara mengalami rem blong. Truk tersebut menghantam mobil Toyota Avanza warna hitam R 83330 AD dan sebuah Suzuki Carry, selanjutnya menghantam sekitar 5 sepeda motor. Sejumlah sepeda motor tersebut terseret hingga masuk jurang sedalam 5 meter di sisi kiri jalan (jika dari arah Magelang-Ambarawa, Red). Sebelum truk terjun ke jurang, sempar menabrak mobil Daihatsu Xenia putih H 9074 ZR yang beruntun menabrak bus PO Safari Darma Raya AA 1555 AN dan sebuah truk tak dikenal.
Dari lokasi kejadian anggota Satlantas Polres Semarang dibantu warga mengevakuasi korban selamat dan tewas. Kebanyakan korban tewas adalah pengendara sepeda motor. Empat korban tewas yang berhasil dievakuasi dan diidentifikasi bernama Waluyo, 50, warga Kupang Rengas, RT 2 RW 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang; Ima Midhatul Khoiroh, 22, warga Kerep RT 2 RW 2, Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang; Sumriyati, 45, warga Sampangan IV RT 2 RW 4, Bintoro, Demak, serta seorang lelaki tak dikenal berusia sekitar 50 tahun. Korban tewas dibawa ke kamar mayat RSUD Ambarawa.
”Korban tewas di lokasi kejadian yang ditemukan 4, lainnya korban luka sedang dirawat di rumah sakit. Untuk keterangan lainnya nanti dulu kita masih sibuk melakukan evakuasi dan pendataan,” tutur Kasat Lantas Polres Semarang AKP Suwarsi saat ditemui Radar Semarang di lokasi kejadian.
Diperkirakan masih ada satu korban tewas, yakni seorang balita yang membonceng korban tewas Sumriyati. Hingga tadi malam, polisi masih melakukan evakuasi bangkai truk dan mencari kemungkinan ada korban lainnya yang tewas di lokasi. Sedangkan korban luka adalah sopir truk yang hanya mengalami luka lecet di tangan dan kepalanya, serta pengendara sepeda motor dan mobil yang terlibat kecelakaan. Para korban luka menjalani perawatan di RSUD Ambarawa.
Diceritakan sopir truk pasir, Karnadi, dirinya berangkat dari Magelang menuju ke arah Ambarawa. Sampai di jalan yang menurun, tepatnya di kawasan Bedono, di sekitar Resto Kopi Eva, Karnadi merasa ada masalah pada truknya. Sebab, beberapa kali diinjak, rem tidak berfungsi dengan baik. Truk bermuatan penuh pasir itu pun meluncur deras, beberapa kali rem diinjak tetap saja tidak berfungsi.
”Waktu berjalan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Sampai di dekat warung-warung itu saya merasa remnya sudah mulai tidak berfungsi lalu truk terus melaju. Seingat saya sempat menabrak mobil sekali, lalu saya banting kanan (masuk ke jalur berlawanan) rencana akan saya tabrakan tebing. Tapi, dari arah depan ada mobil, akhirnya saya banting lagi ke kiri dan menabrak mobil serta sepeda motor terus saya tidak ingat lagi. Saya tidak ingat nabrak berapa mobil dan motor,” tutur Karnadi.
Karnadi mulai panik ketika truknya sudah tidak dapat dikendalikan. Upaya menghentikan truk dengan menabrakan di tebing gagal karena ada mobil dari arah berlawanan. Akhirnya, Karnadi mengarahkan truk ke kiri hingga menabrak rombongan sepeda motor yang berjalan menuju ke arah Ambarawa. Truk tersebut menyeret sekitar 5 sepeda motor hingga bersama-sama terjun ke jurang. Sebelum masuk ke jurang, truk sempat menabrak mobil Xenia warna putih hingga mobil terdorong menabrak bus dan beruntun menabrak truk pasir yang ada di depan bus.
”Saya berada persis di depan Xenia putih begitu mobil itu ditabrak, lalu menabrak bodi belakang bus saya. Hingga bus yang saya sopiri ini menabrak truk di depan. Saya sempat lihat di spion, truk itu banting ke kanan dan masuk menabrak mobil dan motor,” tutur sopir bus PO Safari Darma Raya, Edi Istiana, 42, warga Parakan, Temanggung.
Hingga pukul 21.00, proses evakuasi masih berlangsung. Satu per satu mobil dan sepeda motor diderek menuju ke Unit Satlantas Ambarawa. Proses evakuasi bangkai truk di dasar jurang memakan waktu paling lama. Kemacetan akibat kecelakaan mencapai perbatasan Kabupaten Temanggung sekitar 5 kilometer. Sedangkan dari arah berlawanan kemacetan sampai di kawasan Jambu.
”Setahu saya truk sejak dari Kopi Eva sudah mengalami rem blong. Dia sempat menabrak Suzuki Carry lalu dua Avanza dan sepeda motor serta bus. Ada tiga sepeda motor di bawah jurang dan dua di atas, kalau korbannya yang meninggal ada empat dan diperkirakan masih ada satu korban tewas lagi di bawah truk,” kata Saidi, 43, warga Dusun Karanganyar RT 2 RW 5, Bedono, Jambu yang ikut mengevakuasi para korban.
Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali yang datang di lokasi kejadian mengatakan, untuk korban meninggal sementara baru ada empat. Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan sementara ada kemungkinan sopir menggunakan gigi persneling tiga. Padahal sudah ada peringatan agar di jalan menurun menggunakan gigi rendah.
”Sementara yang dinyatakan meninggal baru empat orang dan delapan korban luka-luka, sekarang di rumah sakit. Kemungkinan sopir menggunakan persneling tiga. Padahal sudah sering kami ingatkan sejak masuk turunan pakai gigi rendah. Kemungkinan sopir pakai gigi tiga,” kata Nur Ali. (tyo/aro/ce1)