Peraih Emas Popda Gagal ke O2SN

224

SEMARANG – M Ridho, siswa SMKN 3 Semarang harus menelan kekecewaan. Peraih medali emas cabor tenis meja Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat SMA se-Jateng beberapa waktu lalu ini dicoret dari daftar nama atlet kontingen Jateng yang akan tampil di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang akan berlangsung di Jakarta, mulai 15 Juni mendatang.
Salah satu pembina M Ridho, Djoni Hari Putranto mengatakan, pencoretan M Ridho sangat tidak baik untuk pembinaan tenis meja di Jawa Tengah. Bahkan, menurutnya, bisa mematikan semangat atlet muda yang potensial untuk Jawa Tengah ke depan. “Apalagi pencoretannya menurut saya sangat tidak fair, dan saya menduga itu untuk kepentingan oknum pengurus tertentu saja yang saat ini berada di PTMSI Jateng dan mengurus cabor tenis meja di PPLP Jateng,” ujar Djoni kesal.
Indikasinya, atlet yang kemudian ditunjuk menggantikan M Ridho yakni Budi Setiawan, adalah atlet asal Kendal. Sementara, ketua PTMSI Jateng saat ini adalah Bupati Kendal Widya Kandi Susanti. Saat Popda Jateng lalu, Budi tidak mendapatkan medali apapun. “Mungkin pengurus tersebut ingin cari muka saja sama ketua PTMSI Jateng. Kita tidak mempermasalahkan, tapi jangan matikan semangat dan potensi atlet,” tandasnya.
Saat ini, Djoni hanya bisa memberikan semangat pada M Ridho, untuk berbesar hati dan tidak patah semangat. Tapi dia sebagai pembina M Ridho, akan mempertanyakan pencoretan tersebut pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kontingen Jateng di O2SN. “Sebenarnya kita tidak mempermasalahkan siapapun yang berangkat, tapi penilaiannya harus obyektif,” tegasnya.
Penanggungjawab cabor tenis meja PPLP Jateng Dustamat Jayawiguna saat dikonfirmasi tadi malam mengakui, pihaknya memang sebelumnya telah mendaftarkan nama M Ridho, namun kemudian mencoretnya. Alasannya, pelatih M Ridho yakni Ceria Nilasari tidak memperbolehkan M Ridho tampil di O2SN. (bas/smu)