SOLO – Revitalisasi Pasar Tanggul, Gandekan, segera terealisasi. Hal ini menyusul telah turunnya pendanaan dari pemerintah pusat. Hanya saja, anggaran yang bersumber dari pos Kementerian Perdagangan (Kemendag) tersebut sedikit lebih kecil dibandingkan estimasi biaya yang dirancang sebelumnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Solo Rohana mengatakan, kepastian mengenai anggaran revitalisasi Pasar Tanggul yang diambil dari tugas pembantuan (TP) Kemendag diterimanya empat hari lalu. Anggaran pusat yang digelontorkan Rp 8 miliar. ”Pemkot dapat Rp 8 miliar. Kalau estimasi biaya yang pernah kami buat di DED (detail engineering design) dulu sebesar Rp 10 miliar,” tutur Rohana.
Dengan adanya selisih Rp 2 miliar, maka disperindag bakal melakukan penyesuaian DED kembali. Solusinya, pemkot akan mengurangi pembangunan pada bagian-bagian tertentu di luar bangunan induk. Anggaran Rp 8 miliar itu bakal difokuskan dulu untuk penyelesaian bangunan induk pasar, sesuai dengan DED awal. ”Nanti selisih Rp 2 miliar bisa dengan mengurangi bagian luar, misal paving atau bagian lain. Kalau bangunan induk tetap, tidak ada pengurangan,” terang dia.
Saat ini, lanjut dia, pemkot sudah melakukan persiapan menuju pelelangan proyek pembangunan pasar. Jumat lalu (6/6), Rohana telah bertemu dengan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo guna pengarahan pelaksanaan pembangunan. Pihaknya menargetkan lelang proyek bisa dilaksanakan Juni ini. Lantas pengerjaan bisa berjalan paling lama empat bulan. ”Targetnya Oktober pembangunan selesai. Sudah, tak perlu ada molor-molor lagi. Pedagang pun sudah siap segera kami pindahkan ke pasar darurat,” katanya.
Ditanya mengenai rencana mengusulkan kekurangan Rp 2 miliar di APBD Perubahan 2014, Rohana mengatakan, hal itu kemungkinan besar tak bisa dilakukan.(ria/un/jpnn/ric)