Gara-gara Cinta Ditolak

BARUSARI – Gara-gara urusan asmara, Mohammad Sofyan, 42, warga RT 8 RW 7 Kelurahan Kudu, Genuk dibantai oleh tiga pemuda. Ironisnya, satu dari tiga pelaku adalah adik kandung perempuan yang ditaksir korban. Mayat Sofyan ditemukan di pinggir Jalan Zainudin Raya RT 4 RW 6, Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Sabtu (7/6) malam. Tak lama setelah kejadian, tiga pelaku berhasil diringkus aparat Reskrim Polsek Genuk dan Resmob Polrestabes Semarang. Ketiga pelaku adalah Sulistiono, 29, warga Genuksari, Genuk; Susilo Sudantoko, 21, warga Karangroto, Genuk dan Andre Maizal, 19, warga Genuksari.
Tersangka Sulis mengaku nekat menghabisi korban lantaran dipicu sakit hati. Ia tidak terima karena korban telah mengancam ibunya dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit. ”Saya sudah merencanakan (pembunuhan) sejak seminggu lalu. Saya tidak terima ibu saya diancam,” katanya.
Dikatakan, sebelum mengancam ibunya, korban kerap bermain ke rumah Sulis untuk menemui kakak perempuannya, sebut saja Bunga. Kebetulan korban naksir dan sudah menyatakan cinta, meski akhirnya ditolak oleh Bunga. Namun penolakan itu tak membuat korban putus asa. Ia masih kerap datang ke rumah Bunga. Hingga akhirnya korban yang tidak mendapati Bunga menjadi emosi, dan mengancam ibu Sulis dengan menggunakan celurit.
”Sabtu (7/6) malam, saya masih mendengar kabar, dia (korban) main ke rumah untuk mencari kakak saya. Padahal jelas-jelas kakak saya sudah menolaknya. Makanya langsung saya cari,” ujarnya.
Sulis lantas mengajak dua rekannya, yakni Susilo Sudantoko dan Andre Maizal untuk membuat perhitungan dengan korban. Begitu ketemu korban, Sulis dan dua temannya langsung mengeroyoknya. Sulis mengaku sempat membacok kepala dan leher korban hingga empat kali. ”Pokoknya sudah jengkel dan emosi. Sengaja saya membawa senjata tajam dari rumah,” katanya.
Dua rekan Sulis turut melakukan pembacokan. Andre membacok di bagian tubuh korban dengan menghujamkan pisau. Setidaknya empat kali, dan sekali sempat ditangkis dengan tangan korban. ”Saya diajak ya ikut. Tidak terima jika teman dipukul. Biasanya saya sering tidur di rumah Sulis,” aku Andre.
Akibat kejadian itu, korban langsung tewas di lokasi kejadian dengan luka sobek kurang lebih 5 sentimeter di bagian kepala sebelah kanan, luka tusuk di leher/tenggorokan sedalam 3 sentimeter, serta luka tusuk di bagian pinggang sebelah kiri sedalam 3 sentimeter. Korban sendiri selama ini dikenal suka mendekati sejumlah perempuan lantaran ditinggal istrinya bekerja menjadi TKW di Arab Saudi.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, ketiga tersangka dibekuk tidak lama setelah kejadian. Mereka ditangkap saat hendak kabur usai membantu korban. ”Motifnya sakit hati, karena korban pernah mengancam orang tua tersangka Sulis,” katanya.
Setelah itu Sulis mengajak dua rekannya untuk melakukan aksi pembunuhan. Pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut terkait motif utama aksi pembunuhan. Hingga kemarin, ketiga tersangka masih mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Ketiganya akan dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara maksimal 20 tahun. (fth/aro/ce1)