Melihat Perpustakaan Dukuh Nyamplungan, Desa/Kecamatan Karimunjawa

Di Dukuh Nyamplungan, Desa/Kecamatan Karimunjawa telah berdiri perpustakaan kecil. Tetapi perpustakaan itu, saat ini kondisinya memprihatinkan.

ABDUL ROCHIM, Karimunjawa

BERKUNJUNG ke Dukuh Nyamplungan, Desa/Kecamatan Karimunjawa maka kita akan menemukan perpustakaan mini. Kira-kira ukurannya tiga kali empat meter. Bangunannya sangat sederhana terbuat dari kayu berwarna hijau.
Di perpustakaan tersebut, telah terdapat puluhan buku yang tak terawat. Boleh dikatakan kondisinya memprihatinkan.
Dari keterangan beberapa warga, tak sedikit buku di perpustakaan yang dibangun beberapa mahasiswa dari Jogjakarta itu yang hilang. Juga banyak buku yang rusak. ”Perpustakaan ini didirikan mahasiswa KKN pada 2013 lalu. dulu sempat ramai tiap malam. Tapi sekarang sudah tidak digunakan lagi,” kata Darmini, warga setempat saat dijumpai di perpustakaan mini tersebut.
Keberadaan buku diakui Darmini sangat dibutuhkan masyarakat. Kendala interaksi antara orang dengan buku tak lain karena letak geografis Karimunjawa itu sendiri. Meski tergabung dalam wilayah Kabupaten Jepara, kepulauan Karimunjawa dipisahkan lautan sejauh 46 mil.
Jarak puluhan mil itu membutuhkan waktu dua hingga empat jam. Jika menggunakan kapal cepat, perjalanan menuju pulau tujuan wisata Jateng dapat ditempuh dalam dua jam. Sedangkan menggunakan kapal penumpang butuh waktu hingga empat jam.
Saat ini pemerintah gencar mempromosikan Karimunjawa sebagai destinasi wisata. Sedangkan pusat pendidikan dan pembangunan SDM masih belum diperhatikan. Termasuk keberadaan perpustakaan.
Camat Karimunjawa Muhamad Tahsin, menerangkan bahwa pendidikan tingkat sekolah dasar sudah mencapai 14 unit. Sedangkan pendidikan menengah dua unit dan pendidikan kejuruan dan menengah atas masing-masing satu unit.
”Tak dapat dipungkiri kebutuhan buku, untuk anak sekolah pasti meningkat. Semntara ini mencari buku ke Jepara, karena di Karimunjawa belum ada toko buku,” kata Tahsin.
Tahsin mengemukakan, di Karimunjawa sudah terdapat pusat-pusat buku yang dapat digunakan untuk memenuhi dahaga pengetahuan. Dikatakan telah ada taman baca masyarakat yang dimiliki oleh warga, perpustakaan di kantor kecamatan dan perpustakaan mini yang dirikan oleh mahasiswa kampus ternama di Jogjakarta yang mengadakan KKN di sana.
”Itu pun masih terbatas koleksinya. Dan masih terpusat di Karimunjawa,” imbuh Tahsin.
Praktis, tiga desa yang terpisah di Kecamatan Karimunjawa yakni Desa Parang, Kemujan, dan Nyamuk belum ada perpustakaan. Belum lama ini pihaknya menerima kunjungan perpustakaan keliling dari Jepara.
”Banyak diminati anak-anak sekolah dasar,” katanya kemarin.
Dia mengharapkan pembangunan SDM di Jepara dapat merata. Hal itu dapat dilakukan melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan ketersediaan buku. (*/zen)