Kerap Siksa Istri

138

WONOSOBO — Selain menjadi pelaku pemerkosaan terhadap anak kandungnya, Am, 49, warga Mojotengah, juga diduga kerap menyiksa sang istri.
Selain mencabuli Kembang, 10, (bukan nama sebenarnya), Am juga diduga melakukan tindakan nakal terhadap anak perempuannya yang lain, yang masih berusia 5 tahun.
”Kami masih menggali terus kasus ini. Hari ini (kemarin) kami lakukan konseling dengan ibu korban, termasuk dengan anak-anaknya yang masih kecil,” kata Nur Aini Ariswari, Koordinator Unit Pelayanan Informasi Perempuan dan Anak (UPIPA) Wonosobo, kepada Jawa Pos Radar Kedu, kemarin.
Nur Aini mengatakan, setelah melakukan pendekatan konsultasi dengan melibatkan M, 42, istri pelaku dan anak pelaku— sebut saja Melati (5 tahun)— ada sejumlah dugaan baru. Yaitu, pelaku diduga melakukan tindakan kriminal, tidak hanya pada Kembang. Tapi juga terhadap adiknya.
”Dalam konsultasi tadi, sang anak yang masih berusia 5 tahun mengaku pernah dinakali sama ayahnya,” ucap Nur.
Meski begitu, Nur Aini mengatakan, pihaknya tidak ingin gegabah menyimpulkan istilah ”dinakali” seperti yang disebutkan anaknya. Pihaknya masih terus melakukan konseling secara bertahap. Sebab, saat bercerita, sang anak yang masih berusia 5 tahun, belum mau mendeskripsikan kata dinakali yang dimaksud.
”Kami belum bisa simpulkan. Namun, ada sinyal dari sang anak menyebut dinakali. Kami masih akan lakukan konseling lanjutan.”
Nur Aini membeber, timnya juga memberikan konseling bagi istri pelaku atau ibu korban. Hasilnya terungkap, pelaku yang sehari-hari sebagai petani, kerap menganiaya istrinya sendiri. ”Pelaku sering memukul istrinya, bahkan beberapa waktu lalu sempat mau membacok istrinya, namun yang dikenakan pada bagian yang tumpul.”
Terkait keterangan istri pelaku, Nur akan melanjutkan laporan kasus tersebut ke Polres. ”Tindak kekerasan terhadap istrinya itu, merupakan kasus yang berbeda dengan pasal dan ancaman yang berbeda.”
Tak hanya menggali kasus, Nur Aini bersama tim juga melakukan pendampingan psikologis bagi keluarga korban. Sebab antara pelaku dan korban punya kedekatan darah; dan pasti akan berpengaruh terhadap kondisi kejiwaan anak dan istri pelaku.
”Kami sudah lakukan pendampingan psikologis. Dan akan terus dilakukan, harapannya agar keluarga ini terutama korban tidak mengalami trauma,” harapnya.
Seperti diberitakan koran ini kemarin, di wilayah Mojotengah, Wonosobo, seorang ayah tega memerkosa anak gadisnya sendiri, yang masih berusia 9 tahun. Sang ayah, berinisial Am, 49, sudah diamankan polisi. Ia mengakui perbuatannya, karena tak tahan melihat tubuh si anak saat tidur bareng. Am mengaku kalap, lantaran sudah 2 minggu tak berhubungan intim dengan sang istri. (ali/lis/ce1)