SEMARANG – Produsen mi berformalin di Dusun Bagongan, Desa Sukorejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, digerebek oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Jateng. Pemilik rumah berinisial, Ad, 39, resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Djoko Purbohadijoyo mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah pihaknya mendengar informasi adanya mi berformalin beredar di pasaran. Petugas pun intensif menyelidiki. Hasilnya, polisi mengendus bahwa mi berformalin diproduksi di daerah Mertoyudan, Magelang. ”Saat kami gerebek pabrik, sejumlah karyawan masih memproduksi mi berformalin,” kata Djoko.
Petugas mengamankan pemilik pabrik berinisial Ad, serta sejumlah karyawan. Setelah didalami, hanya Ad yang dijadikan tersangka. Ia merupakan pemilik, sekaligus produsen mi berformalin. ”Sudah ditetapkan tersangka, Ad. Magelang merupakan sentra produksi peredaran mi berformalin.”
Pengakuan tersangka Ad, ia memproduksi mi berformalin sejak enam bulan terakhir. Sebagian besar produksi dijual ke Kartosuro, Solo. Harga jual sedikit lebih murah di pasaran, dibandingkan dengan mi tanpa formalin. ”Sejauh ini, produksinya cukup besar. Ini merupakan barang berbahaya,” kata Djoko.
Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Alloysius Liliek Darmanto menambahkan, sekilas, perbedaan mi berformalin dan tidak, sudah terlihat. Yakni, dilihat dari teksturnya, yang lebih keras dan tidak segar. ”Kami masih menelusuri siapa pemasok formalinnya. Tersangka mengaku barang dikirim langsung, ini masih kami kembangkan,” katanya.
Masyarakat diimbau waspada dan hati-hati saat membeli mi. Periksa dengan benar; apakah berformalin atau tidak. Sebab, jika terlalu sering mengonsumsi mi berformalin, akan membahayakan kesehatan. ”Harus pintar-pintar memilih, dalam membedakan mi berformalin atau tidak,” tambahnya.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, 16 karung mi basah siap jual per karung beratnya 50 kg; 17 karung tepung terigu, per karung beratnya 50 kg; 2 karung tepung tapioka, per karung beratnya 50 kg. Barang bukti lainnya; 1 liter formalin; 1 wajan besar; mesin molen; tabung pembakaran, serta mesin penjarang mi.
Tersangka kini mendekam di balik jeruji besi Polda Jateng. Ad dijerat dengan pasal 136 jo pasal 75 ayat 1 Undang-undang RI No 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Ancaman maksimal 5 tahun penjara. Atau, denda paling banyak Rp 10 miliar. Selain itu juga dijerat pasal 204 ayat 1 KUHP tentang menjual barang membahayakan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (fth/lis/ce1)