BATANG – Sebanyak 11 ribuan pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Pekalongan dalam sebulan terakhir ini melakukan shodaqoh buku kepada Pemkab Pekalongan yang dikoordinasi oleh Bagian Hubungan Masyarakat (Humas). Shodaqoh buku dilakukan karena banyaknya rumah baca pintar yang tumbuh di setiap desa, sementara persediaan buku yang ada tidak sebanding dengan tingginya minat warga terhadap rumah baca pintar tersebut.
Pengelola Rumah Baca Pintar Desa Kranji, Kecamatan Kedungwuni, Zubaedah. Jumat (6/6) siang, saat menerima kunjungan Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, mengatakan, sebagian besar anggota rumah baca ini adalah pelajar dan ibu rumah tangga. Adapun jenis buku yang banyak dicari adalah buku tentang masakan, kerajinan, dan fashion. Rumah baca ini menyediakan sedikitnya 11 ribu buku.
”Kami masih kekurangan buku bacaan, khususnya untuk fashion dan masakan, mungkin karena menjelang bulan puasa, sehingga banyak dicari ibu-ibu,” kata Zubaedah.
Zubaedah mengatakan, sumbangan buku dari para donatur memang tidak sebanding dengan tingginya minat baca masyarakat. Menurutnya, perlu adanya sumbangan dari pemkab untuk memenuhi kebutuhan akan buku bacaan tersebut. ”Sehari lebih dari 50 anggota yang pinjam buku, setiap anggota pinjam 2 sampai 3 buku, jadi sangat kurang buku bacaan,” ujarnya.
Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menuturkan, para pengurus perpustakaan desa yang bekerja sukarela patut mendapatkan apresiasi, karena melakukan kerja kemanusiaan. Fadia sendiri akan mengunjungi semua perpustakaan desa untuk memberikan motivasi.
“Saya bangga mengetahui ada anak-anak muda, yang mau dan mampu bekerja sukarela di rumah baca ini. Apalagi mereka melakukannya berangkat dari kesadaran pribadi. Ini menurut saya sangat luar biasa, kerja sosial yang dilandasi kesediaan berbagi dan melayani masyarakat,” tutur Fadia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kabupaten Pekalongan, Susiyanto, mengungkapkan, lebih dari 11 ribu PNS dan pegawai BUMD di lingungan Kabupaten Pekalongan melakukan shodaqoh buku, yang akan disumbangkan ke perpustakaan desa, yang jumlahnya lebih dari 140 rumah baca pintar. Menurutnya, buku bacaan tersebut, sangat bermanfaat bagi masyarakat.”Saat ini, buku shodaqoh dari para PNS dan pegawai BUMD tersebut masih kami kumpulkan dan invetarisasi,” tandas Susiyanto.
Susiyanto menegaskan, shodaqoh buku yang berjumlah lebih dari 22 ribu buku bacaan tersebut akan dibagikan secara simbolis kepada pengelola rumah baca pintar yang ada di Kabupaten Pekalongan, setelah sebelumya dilakukan penilaian oleh pihak pemkab. (thd/aro)