TEMANGGUNG — Harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, berangsur naik di pasar tradisional. Kenaikan dipicu tingginya permintaan pasar untuk kepentingan upacara adat, menjelang puasa (nyadran) yang hampir dilakukan di setiap desa, di daerah penghasil tembakau tersebut. Meski mengalami kenaikan, Pemkab setempat tak melakukan operasi pasar.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Temanggung mengklaim, belum akan melakukan operasi pasar, sebelum harga-harga mengalami kenaikan 25 persen dari harga standar dan sudah berlangsung selama dua bulan.  
”Aturannya seperti itu. Kalau naiknya harga masih kurang dari 25 persen, operasi pasar belum akan dilakukan,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UMKM Temanggung, Wiyoso Laksono.
Ia mengakui, ada anggaran untuk melakukan operasi pasar. Namun, besaran anggaran tersebut hanya Rp 10 juta. Anggaran itu hanya dilakukan sebagai fasilitasi operasi pasar. Semisal, jika harga beras sudah tak bisa dijangkau lagi, dana tersebut bisa untuk fasilitasi antara Pemkab dengan pihak Bulog untuk menggelar operasi beras murah. ”Anggaran yang ada, hanya digunakan untuk fasilitasi saja, bukan untuk pengadaan barang untuk operasi pasar.”
Menurut Wiyoso, kenaikan harga sembako, daging sapi dan ayam, dalam kurun waktu kurang lebih satu pekan terakhir, masih dalam batas kewajaran. Sebab, masih bisa dijangkau oleh konsumen. Selain itu, kenaikan baru sekitar 5-10 persen saja.
Ia mengklaim sudah memantau empat pasar tradisional. Yakni, Pasar Adi Winangun Ngadirejo, Pasar Legi Parakan, Pasar Kranggan, dan Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung. Harga-harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Antara lain, daging sapi, semula Rp 92.500 per kilogram kini menjadi Rp 95 ribu. Daging ayam potong semula Rp 24 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram. ”Kalau untuk harga daging, baik sapi maupun ayam, tergantung jenis dan kualitasnya, tapi paling tinggi di pasaran seharga itu.”
Selain harga daging, harga bumbu dapur juga mengalami kenaikan. Bawang merah, misalnya, mengalami kenaikan Rp 2 ribu per kilogram. Yakni, dari harga Rp 14 ribu menjadi Rp 16 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang putih, dari Rp 13 ribu kini Rp 15 ribu per kilogram. ”Harga ini pantauan petugas kami di empat pasar pada hari Rabu (4/6). Setiap hari, kami melakukan pantauan harga hasilnya langsung dikirim ke provinsi.”
Sedangkan untuk harga beras jenis IR 64, saat ini harganya Rp 9 ribu per kilogram. Minyak goreng Rp 11 ribu sampai Rp 13.500 per kilogram, tergantung merek dan kualitas. Harga gula Rp 9 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp 17.500 per kilogram.
”Kalau untuk harga sayuran, seperti cabai, kubis, dan sayuran lainnya, saat ini masih dalam kondisi wajar, bahkan ada kecenderungan harganya turun. Sebab, petani ada yang panen raya.”
Salah satu pedagang di Pasar Kliwon, Ilaini, 37, mengatakan, harga bawang merah dan bawang putih telah mengalami kenaikan sejak sepekan lalu. Yakni, dari Rp 15 ribu per kilogram menjadi Rp 17 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih dari Rp 13 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu.
Khotijah, 42, pedagang lainnya menambahkan, harga beras juga mengalami kenaikan. Kisarannya, antara Rp 500 per kilogram. Beras jenis IR 64 naik, menjadi Rp 9.500 dari harga semula Rp 9 ribu per kilogram. ”Selain telur  minyak goreng dan beras, harga  tepung naik seribu rupiah dari harga sebelumnya Rp 10 ribu menjadi Rp 11 ribu per kilogramnya.” Kenaikan harga juga dialami di Pasar Cacaban Kota Magelang. (mg4/zah/lis/ce1)