Garong Sekap 3 Pegawai BPS

145

PURWOREJO — Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purworejo di Jalan Raya Banyuurip-Purworejo Demangan, Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip, Purworejo, Jumat (6/6) pagi, dirampok.
Pelaku yang berjumlah lebih dari dua orang, menyekap tiga pegawai BPS. Terdiri atas dua orang penjaga; dan satu orang staf. Ketiganya disekap di salah satu ruangan kantor BPS. Perampokan terjadi sekitar pukul 03.00.
Kawanan perampok berhasil membawa uang tunai sekitar Rp 30 juta; serta membawa lari server CCTV. Uang tunai diduga ditemukan di ruang tata usaha.
Pegawai yang disekap adalah Bangun Widodo, warga RT 2 RW 7 Kelurahan Wirasana, Purbalingga dan Tri Mulyono, warga RT 2 RW 3 Kelurahan Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo. Seorang lagi bernama Amin Pujianto, warga RT 6 RW 3 Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip, Purworejo.
Widodo bercerita, awalnya dia tidur di ruang perpustakaan. Tiba-tiba, dalam kondisi ruangan yang gelap karena lampu dimatikan, dia merasakan dipukul oleh seseorang. Pukulan mendarat di bagian kening dan perut beberapa kali, hingga Widoro pingsan.
Pelaku diduga lewat pintu belakang. Tepatnya, pintu belakang dicongkel menggunakan linggis. ”Saya dipukul beberapa kali, kemudian tangan diborgol ke belakang dan mulut ditutup lakban dan matanya ditutup menggunakan handuk.”
Perlakukan serupa juga dialami oleh Tri Mulyono. Dia terbangun setelah mendengar suara gaduh. Tri sempat keluar untuk buang air kecil di belakang. Namun, ia tiba-tiba dipukul oleh pelaku. Keterangan sejumlah saksi, diperkirakan pelaku berjumlah tiga orang.
”Saya juga diborgol dan mulut dilakban serta mata ditutup, kemudian diseret ke ruang pengolahan data dikumpulkan jadi satu dengan Pak Bangun Widodo dan Pak Amin,” kata Tri. Karena itu, ucap dia, ketiganya tak tahu persis apa saja yang dilakukan pelaku. ”Kami hanya mendengar suara gaduh,” sambungnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Amin. Ia juga tak tahu persis kawanan perampok itu datang dari arah mana. Namun, ia memperkirakan pelaku tidak merusak pintu gerbang. Melainkan masuk dengan cara melompat pagar kantor, yang memang tidak terlalu tinggi.
Berhasil melompat, pelaku lantas mencongkel pintu belakang menggunakan linggis. Aksi perampokan baru diketahui warga sekitar pukul 05.00, setelah korban Amin berhasil membuka lakban dari mulutnya dan berteriak minta tolong.
Kapolres Purworejo AKBP Roma Hutajulu, Kasat Reskrim AKP Juli Monasoni, dan Kapolsek Banyuurip AKP Mangarif mengidentifikasi sejumlah jejak pelaku yang tertinggal. (jpnn/isk/ce1)