BARUSARI — Tiga pelaku pengeroyokan di Karaoke Apple Manyaran, berhasil dibekuk Unit Resmob Polrestabes Semarang tidak lama usai melakukan pengeroyokan kepada korban. Adalah Nor Arif Hidayat, 23, warga Sawahbesar, Gayamsari; Saryono 40, warga Gayamsari dan Setyo Susanto, 40, warga Rejosari, Semarang Timur. Sedangkan enam pelaku lain masih dalam pengejaran, yakni Jk; Ag; Al; As; Mr; dan Jh.
Aksi brutal Susanto Cs terjadi di Apple Karaoke Manyaran, Jalan Abdulrahman Saleh, Selasa 3 Juni sekitar pukul 19.30. Dengan membawa berbagai senjata tajam, pelaku menerobos masuk dan melakukan pembacokan kepada tiga korbannya. Yakni, Hendrik Pratama, 31, alias Samson, warga Semarang Barat; Aris Setyawan, 28, warga Tugu dan Yohanes, 30, warga Tugu. Aksi beringas ini sempat terekam kamera CCTV karaoke. ”Kami memang sudah merencanakan sejak tiga hari sebelum beraksi di bengkel tambal ban, daerah Citarum,” kata tersangka Susanto.
Aksi tersebut dilakukan, katanya, lantaran seorang pelaku lain Muh Raji (masih DPO, Red) menceritakan bahwa anak buahnya di dalam Lapas Kedungpane kerap dianiaya dan diperas korban Hendrik Pratama. Saat itulah, Raji melacaknya untuk memberikan pelajaran kepada korban Hendrik. ”Tidak terima saja, teman kami di Lapas dipukul dan diperas anak buah Hendrik,” imbuhnya.
Setelah semua rencana matang, Selasa 3 Juni sekitar pukul 19.30, Susanto Cs berangkat ke Apple Karaoke Manyaran. Di dalam mobil sudah dipersiapkan berbagai senjata tajam. Sampai di lokasi, Susanto Cs langsung menerobos masuk dan mencari Hendrik. Di lorong karaoke, pelaku lantas mengeroyok dan membacok Hendrik dan dua rekannya. ”Saya bacok sekali kena tangannya. Memang sudah merencanakan, jadi sudah membawa sajam,” tambah Arif.
Usai melakukan aksi penganiayaan, Susanto Cs lantas kabur dari lokasi. Berdasarkan rekaman kamera CCTV, petugas Resmob Polrestabes Semarang langsung melakukan penyisiran. Tiga pelaku berhasil ditangkap di daerah tambal ban di kawasan Citarum. ”Sementara motifnya karena tidak terima rekan di dalam Lapas dianiaya. Kami masih mengembangkannya,” kata Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono.
Djihartono menambahkan, korban dan tersangka merupakan residivis. Mereka pernah bertemu di dalam Lapas Kedungpane, Semarang. Susanto Cs sudah merencanakan aksinya, dengan membekali diri senjata tajam sejak dari rumah. ”Otak pelaku penganiayaan Muh Raji, masih kami kejar,” tambahnya.
Saat ini, Resmob Polrestabes Semarang terus melakukan pengejaran enam tersangka lain. Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (fth/ida/ce1)