DEMAK – Sebanyak 50 lebih baliho dan spanduk bergambar pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang dipasang di tepi jalan raya Pantura antara Kota Demak hingga Sayung diketahui rusak. Alat peraga capres-cawapres yang diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP,  PAN, dan PKS tersebut bolong-bolong. Akibatnya, tim sukses Prabowo-Hatta mengalami kerugian tidak sedikit.
Ketua Advokasi Partai Gerindra, H Wakiyo, menegaskan, pihaknya segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang. “Ini sudah keterlaluan. Ini tidak bisa dibiarkan. Pak Prabowo didzalimi. Semoga menang dalam pilpres nanti. Doa orang teraniaya biasanya dikabulkan,”kata Wakiyo.  
Dia menambahkan, perbuatan merusak baliho itu bisa dikategorikan sebagai tindak pidana. Karena itu, aparat harus bertindak tegas.
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Demak, Masykuri Sayung, menegaskan, perusakan tersebut merupakan teror politik. Karena itu, harus dilawan. Bisa juga, kata dia, itu adalah bentuk kampanye hitam. Dilihat dari manajemen konflik peristiwa ini bisa juga sebagai upaya membenturkan tim sukses Prabowo dan Jokowi. Sebab, dalam pilpres ini memang head to head,”katanya. (hib/aro)