Terancam Kehilangan 5 Atlet

156

SEMARANG – Kota Semarang terancam kehilangan lima atlet andalan. Mereka adalah Hartono Gunawan (balap sepeda/Jakarta), Rury Andayani, Suci Amita Dewi, Kristina Wahyu (bridge/Jakarta) serta Muhammad Zulfikri (biliar/Jabar). Kelimanya merupakan atlet Jateng yang diproyeksikan turun di PON 2016 mendatang.
Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang Mochtar Hidayat mengatakan, empat atlet telah mengajukan surat pindah dan telah disetujui oleh induk cabang masing-masing. Sementara untuk Hartono Gunawan, KONI Kota masih belum menerima dan akan mengecek kembali ke Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Semarang.  
”Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena telah disetujui oleh masing-masing pengurus. Adapun alasan yang dikemukakan sangat kuat serta sesuai dengan aturan yakni mendapat pekerjaan dan bersekolah di daerah baru tersebut,” tutur Mochtar.

Mochtar menandaskan, kondisi ini harus menjadi pelajaran semua pihak. Sebab, atlet memang harus diperhatikan jika tidak ingin keluar dari Semarang atau pun Jateng. Pindahnya puluhan atlet menjadi tanggung jawab bersama.

Memang pindahnya kelima atlet ini cukup mempengaruhi kekuatan Semarang di berbagai ajang. Namun, Mochtar yakin cabang olahraga telah mempersiapkan regenerasi.
Sekretaris Umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Semarang Kusumo Hararyo membenarkan kepindahan tiga atletnya itu. ”Kami juga tak bisa menghalangi keinginan mereka pindah. Sebab alasan cukup kuat dan bisa diterima. Adapun untuk Sie Santoso dan Agus Kustriyanto mengurungkan niatnya pindah ke Jabar setelah kami ajak bicara,” jelas Kusumo. Pihaknya segera melakukan regenerasi atlet untuk menggantikan tempat yang ditinggalkan.

Sementara terpisah, Ketua Umum ISSI Semarang Danur Rispriyanto juga membenarkan kepindahan Hartono Gunawan. Pihaknya juga tak bisa mencegah keinginan Hartono untuk hijrah ke Ibu Kota. ”Dia beralasan membantu bapaknya yang membuka toko sepeda. Kami tidak bisa
menghalangi,” katanya. (bas)