BALAI KOTA — Untuk kali ketiga, Kota Semarang mendapatkan penghargaan Adipura sebagai kota tebersih. Penghargaan Adipura kategori kota metropolitan diterima langsung oleh Wali Kota Hendrar Prihadi dari Wakil Presiden Boediono, Kamis (5/6). Bertempat di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan No 6 Jakarta Pusat, Kota Semarang menerima Adipura bersama Kota Medan dalam kategori kota metropolitan. Acara penganugerahan Adipura ini juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI, Menristek RI, bupati dan wali kota serta tokoh lingkungan.
Wapres Boediono memberikan apresiasi kepada penggiat lingkungan, pemerintah daerah, swasta dan masyarakat yang telah mendapatkan anugerah penghargaan Adipura maupun kalpataru. Hal ini merupakan perjuangan yang tidak mudah. Diperlukan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan baik kebersihan, pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan.
Wapres berharap agar penilaian Adipura dapat ditingkatkan kualitasnya, sehingga para penggiat lingkungan akan lebih aktif lagi melakukan peningkatan dalam pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan. ”Untuk itu, perlu pemikiran bersama antara pemerintah daerah, penggiat lingkungan, swasta dan masyarakat terhadap lingkungan di daerah masing-masing,” katanya.
Seperti diketahui, Kota Semarang merupakan satu dari 21 kota/kabupaten penerima Adipura. Pada saat bersamaan, dilakukan pula penganugerahan Adipura Kencana bagi 15 kabupaten/kota. Kota Semarang berhasil masuk menjadi 5 besar unggul dari 27 kota metropolitan se-Indonesia. Setelah dua tahun berturut-turut sejak 2012, tahun ini Kota Semarang kembali meraih anugerah Adipura kategori kota metropolitan. Sebelumnya Adipura juga telah diraih pada 2009 lalu.
Anugerah Adipura merupakan salah satu program prioritas Kementerian Lingkungan Hidup dalam pengendalian pencemaran dari kegiatan domestik dan penghargaan bagi kota/ kabupaten yang memiliki komitmen dalam mewujudkan kota bersih dan hijau (clean and green city). Sejumlah parameter yang ditetapkan dalam penganugerahan Adipura ini adalah kebijakan dan kerja sama dalam hal penanganan kebersihan dan keteduhan lingkungan (70 persen), pengendalian kualitas air (15 persen) dan pengendalian kualitas udara (15 persen). Termasuk dalam aspek penilaian Adipura ini adalah aspek kepemimpinan, partisipasi masyarakat serta swasta dalam penanganan lingkungan
Ditemui usai menerima anugerah Adipura, Wali Kota Hendrar Prihadi menyampaikan penghargaan Adipura merupakan apresiasi pemerintah kepada warga masyarakat Semarang yang peduli terhadap kebersihan kotanya. Hendi, sapaan akrabnya menambahkan, penghargaan Adipura ini merupakan kali ketiga yang diterima Kota Semarang.
”Saya ucapkan terima kasih terhadap semua masyarakat Semarang, karena Adipura ini mencakup segala aspek, seperti kebersihan, polusi, kemudian bagaimana membuat sebuah kota ini nyaman untuk warga dan penduduknya. Tanpa ada dukungan dan kerja sama masyarakat saya rasa kita tidak akan mendapatkan penghargaan ini,” ujar Hendi.
Menurut wali kota, penghargaan seperti Adipura ini merupakan bonus dari pemerintah pusat. ”Kalau keinginan kami sendiri bagaimana Kota Semarang yang sudah baik dan terawat bisa dipertahankan, juga kita menambahi kota ini semakin hari lebih hijau dan nyaman terhadap warganya. Misalnya, polusi udaranya bisa dikurangi, air baku mencukupi, dan bagaimana sampah di Kota Semarang bisa sesuai komitmen pada tahun 2020, di mana semua sampah bisa bermanfaat, bukan lagi menjadi sesuatu yang terbuang. Kita akan terus melakukan inovasi dengan melibatkan semua pihak untuk pengelolaan sampah menjadi suatu hal yang bermanfaat,” tandasnya. (zal/aro/ce1)