DEMAK-Peran Keluarga Berencana (KB) hingga kini masing sangat besar. Program tersebut dinilai mampu mengendalikan jumlah penduduk di Demak, yang kini sudah mencapai sekitar 1,2 juta. Bila tidak dikendalikan, jumlah itu akan terus bertambah.
Sekda Pemkab Demak, dr Singgih Setyono MMR mengungkapkan bahwa untuk mengendalikan penduduk ini membutuhkan tekad dari daerah setempat. Demak sendiri berhasil melaksanakan program KB, sehingga beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat.
“Sekarang ini, betapa susahnya mencari anak untuk sekolah di PAUD, TK, MI atau SD. Ini salah satu indikator lain keberhasilan KB di Demak,” ujarnya di sela Pengukuhan pengurus Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) dan Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan yang digelar Bapermas KB Pemkab Demak di ruang Bina Praja, kemarin.
Menurutnya, jika jumlah penduduk dikendalikan, maka angka kelahiran akan rendah. Di wilayah Kota Wali ini, warga yang masih hamil hingga anak ke-10 dan 11 masih ada, namun telah berkurang. Ini berkat program KB yang terus digalakkan pemerintah daerah.
“Kami akui, KB di daerah pesisir memang masih susah dilakukan. Padahal, KB secara individu sangat membantu tingkat kesejahteraan keluarga,” katanya.
Dr Singgih menegaskan, pembangunan yang dijalankan suatu daerah akan sia-sia bila pertumbuhan penduduk sulit dikendalikan. Sebab, tingkat kesejahteraan masyarakat akan stagnan dan tidak bisa meningkat. “Negara-negara maju itu, yang utama adalah bagaimana mengendalikan laju penduduk,” katanya.
Sementara itu, Ketua Koalisi Kependudukan Provinsi Jateng, Dr Saratri Wiliyonoyudo mengatakan bahwa jumlah penduduk berdampak pada masalah sosial. Dia mencontohkan, bila jalan Pantura Jawa sekitar tahun 1990-an masih agak sepi kendaraan. Sekarang, sudah kerap macet. Ini salah satunya akibat makin padatnya penduduk serta makin tingginya warga yang memiliki kendaraan pribadi.
“Karena itu, harus ada perubahan pola pikir supaya masyarakat makin sejahtera. Salah satu caranya adalah mengendalikan jumlah penduduk ini,” katanya. (hib/ida)