KENDAL—Jaminan kesehatan bagi warga lanjut usia (Lansia) di Kendal dinilai masih minim. Dari 145.444 jiwa lansia, hanya 58 orang yang mendapatkan tunjangan kesehatan dari APBD Kendal.
Wakil Bupati Kendal, Mustamsikin mengatakan bahwa jumlah penduduk lansia di Kendal sendiri mencapai 15 persen dari jumlah penduduk Kendal berjumlah 969.627 jiwa. Jadi penduduk lansia ada sekitar 145.444 orang. Bahkan, dari jumlah penduduk Kendal, belum seluruhnya mendapatkan jaminan BPJS. Baru 350 ribu jiwa yang tercatat sebagai peserta BPJS aktif. Sedangkan warga lansia hanya ada 52,5 ribu jiwa yang terdaftar BPJS.
“Jaminan kesehatan bagi lansia di Kendal, memang masih minim. Tapi akan kami usahakan untuk ditingkatkan,” ujarnya, (5/6) kemarin di sela peringatan Hari Lansia Nasional di Pendopo Pemkab Kendal.
Dari 58 warga lansia itu, lanjut Mustamsikin, memang belum dapat mengakomodir seluruh lansia yang kurang mampu. Selain itu, besaran dana santunan kesehatan yang diberikan juga kecil, yakni hanya Rp 200 perbulan.
“Kriteria yang mendapatkan santunan kesehatan ini adalah lansia yang tidak mampu secara ekonomi dan rentan terhadap penyakit. Tahun depan akan kami tingkatkan,” tandasnya.
Dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Lansia Nasional kemarin, digelar senam dan pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Ratusan lansia tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Salah satu warga, Ahmad Usman, 63, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Ia berharap, pemerintah dapat memberikan jaminan kesehatan bagi warga lansia agar tidak menjadi beban bagi keluarga. Sebab, banyak lansia yang sudah tidak dapat lagi mengais rejeki.
“Semua lansia bisa mendapatkan jaminan kesehatan. Karena lansia ini sangat penting peranannya dalam masyarakat. Terutama untuk memberikan nasihat kepada kaum muda. Selain itu, menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menghidupi warga lansia yang sudah tidak memiliki pekerjaan,” katanya. (bud/ida)