GAJAHMUNGKUR – Kepolisian Daerah (Polda) Jateng, kemarin (5/6) menggelar simulasi pengamanan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Lapangan Bhayangkara, kompleks Akademi Polisi (Akpol) Semarang. Dalam simulasi itu, Polda Jateng menerjunkan satu unit pasukan pengamanan yang terdiri atas 155 anggota. ”Inilah kesiapsiagaan kami dengan tidak main-main. Kami siap mengamankan capres dan cawapres selama berkampanye di Jawa Tengah,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali kemarin.
Dalam gelaran simulasi ini, Polda Jateng menampilkan dua sistem pengamanan bagi pasangan capres-cawapres bila ada kejadian terburuk saat kampanye. Simulasi pertama, pengamanan capres dan cawapres digambarkan dengan hadangan puluhan orang tidak dikenal kepada rombongan calon presiden yang hendak menuju lokasi kampanye.
Aksi baku tembak pun terjadi antara petugas pengaman capres dan cawapres dengan puluhan orang tidak dikenal tersebut. Akibat penyerangan itu, capres dan cawapres diungsikan ke tempat yang lebih aman dan membatalkan rencana kampanyenya.
Pada simulasi kedua, menggambarkan pengamanan capres dan cawapres dari aksi anarkis salah satu penyusup di antara para pendukungnya. Namun berkat kesigapan tim pengamanan capres dan cawapres, pelaku aksi anarkis tersebut berhasil dihalau.
Simulasi pengamanan berakhir sampai pada kemungkinan capres dan cawapres mengalami gangguan kesehatan karena kelelahan setelah kampanye. Saat situasi darurat tersebut, dilakukan pengamanan lewat udara menggunakan helikopter. Capres maupun cawapres yang mengalami kelelahan dievakuasi ke rumah sakit menggunakan helikopter agar cepat mendapatkan perawatan. Polda menunjuk Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Utara sebagai tempat capres dan cawapres dirawat.
”Tadi (kemarin) digambarkan skenario-skenario yang terjelek. Mudah-mudahan gangguan tidak akan terjadi di Jawa Tengah,” ujar Nur Ali.
Menurut Nur Ali, pengamanan itu diharapkan memberikan kenyamanan bagi capres maupun cawapres selama menjalankan kampanye. ”Ini untuk memberikan rasa aman bagi pasangan capres dan cawapres saat melakukan kampanye di wilayah Jawa Tengah,” katanya.
Dalam simulasi kemarin, selain dihadiri langsung Kapolda Jateng dan Gubernur Akpol, juga oleh pejabat TNI dan sejumlah perwakilan dari parpol di Jateng. (hid/aro/ce1)