Lebih Dekat dengan Unnes Reptile Association Semarang

Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) sesama pencinta binatang reptil tergabung dalam Unnes Reptile Association (Urea). Mereka mengampanyekan untuk sayang pada binatang yang selama ini dianggap mengerikan.

EKO WAHYU BUDIYANTO, Sekaran

BAGI sebagian masyarakat, reptil dianggap sebagai hewan menakutkan. Ular, biawak, iguana, maupun kadal seringkali membuat orang merasa ngeri untuk mendekat, apalagi menyentuhnya. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Febrian Zulfi bersama teman-temannya sesama anggota Unnes Reptile Association atau Urea.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes itu menceritakan, Urea didirikan pada 2010 dan memiliki 15 anggota aktif. Pembentukan komunitas ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai macam-macam reptil, cara penangkapan dan pemeliharaan yang baik, hingga cara penanganan terhadap reptil berbahaya.
”Kegiatan rutinnya ngumpul setiap Rabu pukul 16.00 di lingkungan kampus Unnes, memajang reptil yang kami miliki,” kata Adrian kepada Radar Semarang, Rabu (4/6).
Salah seorang anggota Urea, Nurca mengaku, komunitas tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa Unnes pencinta reptil. Mahasiswa asli Blora itu berpendapat, banyak reptil yang berfungsi sebagai pemangsa alami hama. ”Jadi, hewan reptil bisa menjadi salah satu penyeimbang lingkungan,” ujar Nurca.
Dia menambahkan, dalam kegiatannya, Urea bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup. Bentuk kegiatan yang mereka gelar berupa sosialisasi maupun pelatihan pelestarian hewan reptil. ”Kami menilai kegiatan kami sangat sejalan dengan semangat konservasi yang digagas Unnes. Ke depan, kami ingin komunitas ini eksis menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus Unnes,” harapnya.
Saiful, salah satu pendiri komunitas ini mengatakan, ketertarikannya pada binatang reptil yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas Urea. ”Pada awalnya ya hanya sebatas suka, lama-lama kok semakin ingin tahu tentang binatang reptil,” kata mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Unnes ini.
Hingga di usianya yang sudah menginjak 4 tahun, komunitas yang bermarkas di kawasan Unnes tersebut kini sudah memiliki anggota lebih dari 40 orang. Anggota Urea terdiri atas berbagai macam latar belakang jurusan dan fakultas di Unnes, bahkan ada pula dari perguruan tinggi lain. Adapun hewan yang dikoleksi antara lain ular, buaya, iguana, dan biawak. Hewan-hewan itu didapat dari alam sekitar (liar), ada juga yang sengaja membeli dari sesama pencinta reptil.
Anggota komunitas Urea lainnya, M. Najibun Nada yang akrab disapa Kempong mengaku, menyukai binatang reptil sejak masih SMA.
”Dari SMA saya sudah mencoba memelihara ular jenis python. Setelah kenal dengan Ipul (panggilan akrab Saiful), kita sepakat membentuk komunitas ini,” ungkap Kempong, yang mengoleksi ular python dengan panjang 4 meter. (*/aro/ce1)