Beri Edukasi, Ikut Lestarikan Hewan Reptil

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

Lebih Dekat dengan Unnes Reptile Association Semarang

Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) sesama pencinta binatang reptil tergabung dalam Unnes Reptile Association (Urea). Mereka mengampanyekan untuk sayang pada binatang yang selama ini dianggap mengerikan.

EKO WAHYU BUDIYANTO, Sekaran

BAGI sebagian masyarakat, reptil dianggap sebagai hewan menakutkan. Ular, biawak, iguana, maupun kadal seringkali membuat orang merasa ngeri untuk mendekat, apalagi menyentuhnya. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Febrian Zulfi bersama teman-temannya sesama anggota Unnes Reptile Association atau Urea.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes itu menceritakan, Urea didirikan pada 2010 dan memiliki 15 anggota aktif. Pembentukan komunitas ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai macam-macam reptil, cara penangkapan dan pemeliharaan yang baik, hingga cara penanganan terhadap reptil berbahaya.
”Kegiatan rutinnya ngumpul setiap Rabu pukul 16.00 di lingkungan kampus Unnes, memajang reptil yang kami miliki,” kata Adrian kepada Radar Semarang, Rabu (4/6).
Salah seorang anggota Urea, Nurca mengaku, komunitas tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa Unnes pencinta reptil. Mahasiswa asli Blora itu berpendapat, banyak reptil yang berfungsi sebagai pemangsa alami hama. ”Jadi, hewan reptil bisa menjadi salah satu penyeimbang lingkungan,” ujar Nurca.
Dia menambahkan, dalam kegiatannya, Urea bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup. Bentuk kegiatan yang mereka gelar berupa sosialisasi maupun pelatihan pelestarian hewan reptil. ”Kami menilai kegiatan kami sangat sejalan dengan semangat konservasi yang digagas Unnes. Ke depan, kami ingin komunitas ini eksis menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus Unnes,” harapnya.
Saiful, salah satu pendiri komunitas ini mengatakan, ketertarikannya pada binatang reptil yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas Urea. ”Pada awalnya ya hanya sebatas suka, lama-lama kok semakin ingin tahu tentang binatang reptil,” kata mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Unnes ini.
Hingga di usianya yang sudah menginjak 4 tahun, komunitas yang bermarkas di kawasan Unnes tersebut kini sudah memiliki anggota lebih dari 40 orang. Anggota Urea terdiri atas berbagai macam latar belakang jurusan dan fakultas di Unnes, bahkan ada pula dari perguruan tinggi lain. Adapun hewan yang dikoleksi antara lain ular, buaya, iguana, dan biawak. Hewan-hewan itu didapat dari alam sekitar (liar), ada juga yang sengaja membeli dari sesama pencinta reptil.
Anggota komunitas Urea lainnya, M. Najibun Nada yang akrab disapa Kempong mengaku, menyukai binatang reptil sejak masih SMA.
”Dari SMA saya sudah mencoba memelihara ular jenis python. Setelah kenal dengan Ipul (panggilan akrab Saiful), kita sepakat membentuk komunitas ini,” ungkap Kempong, yang mengoleksi ular python dengan panjang 4 meter. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Kejurprov Sebaiknya Tidak di Semarang atau Solo

SEMARANG – Rapat Kerja tingkat Provinsi (Rakerprov) Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah Rabu (10/5) di Hotel Grand Candi Semarang menghasilkan beberapa keputusan...

Sayur Khusus Anak

Memiliki buah hati yang sehat merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang ibu. Itulah yang dirasakan Arny Dwi Cahyaningrum. Perempuan 28 tahun itu mengaku puas melihat...

Forum Kota Sehat Jangan Sekadar Plang

SEMARANG - Forum Kota Sehat yang baru saja dibentuk diharapkan tidak hanya sekadar menjadi papan nama atau plang saja. Tim harus bergerak dan proaktif...

MAZU Pecahkan Masalah Klasik, Hendita Pamer Pencapaian, Sibagus Kejar Ketertinggalan

SEMARANG – Tiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang kembali dipertemukan dalam satu acara. Kali ini mereka dipertemukan dalam talk...

More Articles Like This

- Advertisement -