WONOSOBO – Sepanjang 5 tahun terakhir, terhitung sejak 2010, sebanyak 4.975 kepala keluarga (KK) yang tergolong dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), telah menerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Bantuan berasal dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI. Pada 2014 ini, jumlah tersebut kembali bertambah. Yakni, sebanyak 905 MBR di Wonosobo mendapatkan bantuan.
Menurut Asisten Deputi Fasilitasi dan Pemberdayaan Komunitas Swadaya, Kemenpera, Bambang Purwanto, 905 rumah tangga berpendapatan rendah tersebut, akan mendapatkan Rp 7,5 juta. Bantuan diserahkan langsung kepada penerima melalui rekening pribadi.
”Sebagai bukti, hari ini (kemarin) kami serahkan 905 rekening, berisi Rp 7,5 juta kepada kelompok penerima,” katanya, sembari secara simbolis menyerahkan rekening kepada Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida, kemarin (5/6) di Gedung Korpri.
Sebelum penyerahan, Bambang memaparkan uraian terkait BSPS yang untuk 2014, dialokasikan bagi 905 warga dari 3 kecamatan. Yaitu, Kalikajar, Kaliwiro, dan Selomerto.
Kepada para penerima, Bambang menegaskan adanya larangan yang wajib dipatuhi. Antara lain, mengembalikan bahan bangunan untuk ditukar dengan uang, menukar bahan bangunan dengan barang lain yang bukan untuk keperluan membangun rumah, serta menukar bahan bangunan untuk biaya transpor dan upah kerja.
”Selain itu, para penerima juga tidak diperbolehkan menitipkan buku tabungan dan bukti transfer pembelian bahan bangunan kepada pihak lain. Termasuk, kepada tim pendamping masyarakat (TPM), bank atau pos penyalur, atau kepada lurah dan kades setempat, serta membeli bahan bangunan bekas pakai,” katanya.
Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida dalam forum itu menyarankan kepada para penerima bantuan, untuk bisa mengoptimalkan BSPS sesuai yang diterangkan oleh petugas dari Kementerian Perumahan Rakyat. (ali/lis/ce1)