25.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

905 Keluarga Miskin Dapat Bantuan

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

WONOSOBO – Sepanjang 5 tahun terakhir, terhitung sejak 2010, sebanyak 4.975 kepala keluarga (KK) yang tergolong dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), telah menerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Bantuan berasal dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI. Pada 2014 ini, jumlah tersebut kembali bertambah. Yakni, sebanyak 905 MBR di Wonosobo mendapatkan bantuan.
Menurut Asisten Deputi Fasilitasi dan Pemberdayaan Komunitas Swadaya, Kemenpera, Bambang Purwanto, 905 rumah tangga berpendapatan rendah tersebut, akan mendapatkan Rp 7,5 juta. Bantuan diserahkan langsung kepada penerima melalui rekening pribadi.
”Sebagai bukti, hari ini (kemarin) kami serahkan 905 rekening, berisi Rp 7,5 juta kepada kelompok penerima,” katanya, sembari secara simbolis menyerahkan rekening kepada Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida, kemarin (5/6) di Gedung Korpri.
Sebelum penyerahan, Bambang memaparkan uraian terkait BSPS yang untuk 2014, dialokasikan bagi 905 warga dari 3 kecamatan. Yaitu, Kalikajar, Kaliwiro, dan Selomerto.
Kepada para penerima, Bambang menegaskan adanya larangan yang wajib dipatuhi. Antara lain, mengembalikan bahan bangunan untuk ditukar dengan uang, menukar bahan bangunan dengan barang lain yang bukan untuk keperluan membangun rumah, serta menukar bahan bangunan untuk biaya transpor dan upah kerja.
”Selain itu, para penerima juga tidak diperbolehkan menitipkan buku tabungan dan bukti transfer pembelian bahan bangunan kepada pihak lain. Termasuk, kepada tim pendamping masyarakat (TPM), bank atau pos penyalur, atau kepada lurah dan kades setempat, serta membeli bahan bangunan bekas pakai,” katanya.
Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida dalam forum itu menyarankan kepada para penerima bantuan, untuk bisa mengoptimalkan BSPS sesuai yang diterangkan oleh petugas dari Kementerian Perumahan Rakyat. (ali/lis/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -