Ribuan Miras Ilegal Disita



303

BANYUMANIK – Sebanyak 1.287 botol minuman keras impor tanpa izin disita Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng. Ribuan miras ilegal senilai hampir Rp 500 juta tersebut disita dari sebuah tempat karaoke ”ES” di kawasan Kabluk, Semarang, dan rumah pemilik tempat karaoke, SH, 33, di Jalan Halmahera, Semarang Timur.

Penindakan tersebut dilakukan pada 6 Mei 2014. Sehari sebelumnya, pihak Ditreskrimsus menerima informasi tentang penjualan miras ilegal di sebuah tempat karaoke. Setelah dilakukan pengecekan, petugas mendapati 68 botol miras berbagai merek tanpa izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

”Minumannya asli tapi tidak benar karena tidak ada izin legal dari BPOM. Selain itu beberapa di antaranya juga tidak disertai cukai, kalaupun ada, itu cukai palsu,” kata Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo dalam gelar perkara di markas Ditreskrimsus, Kamis (5/6).

Berdasarkan temuan di tempat karaoke tersebut, petugas kemudian menyita 1.219 botol miras dari rumah SH. Ribuan botol miras tersebut sudah siap diedarkan kepada konsumen. ”Setelah dilakukan pengembangan ternyata di rumah pemilik karaoke masih menyimpan ribuan botol miras,” lanjut Djoko.

Ribuan botol miras impor tersebut, menurut pengakuan tersangka, dipesan dari Jakarta. Pengiriman dilakukan langsung ke alamat rumah tersangka melalui jasa pengiriman atau ekspedisi.

Djoko menambahkan, tersangka tidak ditahan. Meski begitu, proses hukum dalam kasus tersebut terus berjalan. Selain itu, pihaknya juga terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk akan melakukan razia di sejumlah tempaat karaoke yang berada di Semarang. ”Kami tidak lakukan penahanan karena kooperatif. Kami juga akan lakukan razia di sejumlah tempat karaoke,” imbuhnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 142 jo Pasal 91 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, ancaman hukumannya paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 4 miliar. Tersangka juga bisa dijerat pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a undang-undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, ancaman hukuman paling lama lima tahun atau denda Rp 2 miliar dan atau pasal 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.

Terkait cukai palsu yang dilekatkan di miras tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Liliek Darmanto mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman. Apakah cukai tersebut dibuat sendiri dengan mencetak dan memasangnya atau ada orang lain yang terlibat.
”Cukainya jelas palsu, sudah kami cek kepada ahlinya. Dugaan kami ada orang lain yang terlibat dalam pemakaian cukai palsu itu,” katanya. (har/jpnn/ton/ce1)