Tersangka Penjual Jamu Masih Beraktivitas   

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

MUNGKID — Rony, 52, warga Dusun Kwangsan, Desa Donorejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang— tersangka penjual jamu tradisional dan obat kuat ilegal— diduga masih beraktivitas seperti biasa di rumahnya. Kemarin (4/6), sejumlah tetangga masih melihatnya berada di rumah.     
”Tadi pagi (kemarin) masih di rumah kok. Terus katanya mau ke Temanggung,” kata Suwarno, tetangga tersangka, kemarin.     
Di mata warga, ayah dua anak itu, juga dikenal baik. Suka bersosialisasi dan ramah. ”Orangnya baik tapi memang kita tidak tahu kalau jadi penjual obat ilegal. Tahunya dari berita,” katanya.     
Saat koran ini menyambangi rumah tersangka, masih tetap terbuka seperti hari-hari biasa. Rumah itu berlantai dua dengan cat merah. Tersangka juga memiliki sebuah lapangan futsal di depan rumah. Lapangan itu masih aktif.     
Di lapangan futsal, tersangka diketahui menyimpan obat-obat terlarang. ”Tetangga, tahunya bisnis  jual beli dan rental mobil. Kami tidak tahu kalau jual jamu ilegal itu,” katanya.     
Hanya saja, dia mengatakan bahwa di rumah itu tidak pernah memproduksi jamu. ”Besar kemungkinan, ia hanya menjadi distributor saja,” kata Suwarno, yang juga perangkat Desa Donorejo itu.       
Kapolsek Secang, AKP Sukirman mengatakan, selama ini tak pernah memantau ada distribusi jamu di wilayah hukumnya.    ”Sejauh ini, kami tidak pernah mendengar informasi terkait peredaran maupun tempat produksi berbagai jamu dan obat kuat ilegal di wilayah kami ini. Terlebih, tetangga maupun perangkat desa di wilayah itu, juga tidak mengetahuinya,” kata dia. Polisi juga baru tahu saat membaca koran.     
Sebelumnya, petugas BPOM Semarang, berhasil menyita jamu dan obat kuat ilegal senilai Rp 4 miliar menggunakan empat truk. Dari data BPOM, ada 182 item jamu dan obat berbahaya dari barang yang disita dari rumah Roni. Obat kuat ilegal tersebut, selain mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan, sebagian besar produknya juga tidak memiliki izin edar.       
Barang-barang ilegal yang tersimpan dalam gudang tersebut, berasal dari berbagai produsen yang selanjutnya akan dijual ke berbagai wilayah di Jawa Tengah. Selanjutnya, dia akan dijerat dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.        
Sebelumnya, tersangka juga pernah tersangkut dan diproses hukum dalam kasus serupa pada 2012 lalu dan dihukum satu tahun penjara. (vie/lis/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

Random News

SS Diminta Perhatikan Pesantren dan Madrasah

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Cagub Jateng Sudirman Said (SS) kemarin siang berkunjung dan bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PCNU Demak dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Demak....

Kejar Okupansi 75 Persen

SEMARANG – Bisnis perhotelan di Semarang terus berkembang. Ini terlihat dengan terus berdirinya sejumlah hotel di kota ini. Salah satunya Aston Inn Pandaran. Di...

Ingin Berkarir di Ibu Kota

JIKA kita mau berusaha semua pasti ada jalan. Setidaknya sikap optimistis itulah yang tertanam pada diri Roro Puspita Putri. Bagi gadis kelahiran Semarang, 22...

Petani Kesulitan Tebus Pupuk Bersubsidi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Belum terdistribusinya Kartu Tani membuat para petani di Kabupaten Semarang kesulitan menebus pupuk bersubsidi. Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto mengungkapkan hingga...

More Articles Like This

- Advertisement -