UNGARAN-Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Semarang dalam waktu dekat akan melakukan monitoring dan evaluasi harga kebutuhan pokok (Sembako) dan bahan bakar minyak (BBM). Kegiatan tersebut dilaksanakan, menjelang Ramadan dan Idul Fitri yang biasnya terjadi kenaikan harga.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi UMKM dan Perindag, Imum, mengatakan bahwa mendekati Ramadan, pihaknya akan menggelar monitoring dan evaluasi harga. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern.
“Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi di pasar tradisional dan toko modern, untuk persiapan menjelang memasuki Ramadan dan Lebaran. Tujuannya memantau harga, jadi kita bisa mengetahui sejauh mana kenaikan harga kebutuhan pokok,” tutur Imum, Rabu (4/6) kemarin.
Lebih lanjut, Imum mengatakan untuk stok bahan pokok masih cenderung aman. Soal harga masih dalam batas normal. Hanya pada komoditas sayuran saja, yang harganya masih turun. Sedangkan untuk stok gas elpiji di Kabupaten Semarang mencapai 3-4 juta tabung. Stok tersebut masih tergolong aman hingga selesai lebaran.
Tetapi yang perlu diwaspadai menurut Imum, adalah kekurangan stok BBM. Sebab konsumsi BBM pada saat Ramadan dan Idul Fitri meningkat. Peningkatan konsumsi BBM tersebut karena adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Kabupaten Semarang dan melakukan pengisian BBM di sejumlah SPBU. (tyo/ida)