PPP Termurah, Nasdem Termahal

117

Dana Kampanye Pileg

SALATIGA—Politik itu mahal. Pernyataan tersebut tampaknya bukan isapan jempol. Berdasarkan hasil audit dana kampanye Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang diterima KPU dan partai politik di Salatiga, harga satu kursi dewan berkisar antara Rp 72,9 juta sampai Rp 422 juta.
Hasil audit tersebut disebutkan bahwa dana kampanye Partai Persatuan Pembangunan (PPP), penerimaan dana partai hanya Rp 73 juta dengan pengeluaran Rp 72,9 juta. Dan hasilnya dalam Pileg, PPP hanya mendapatkan satu kursi. Berbeda dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem), telah mengeluarkan dana Rp 422 juta untuk kampanye dan hanya mendapatkan satu kursi di DPRD Kota Salatiga.
Ketua DPC PPP Salatiga, Slamet Sarmidin menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan partainya terendah. Sebab PPP memiliki basis massa pemilih dan strategi. “Kami memiliki strategi, sehingga tidak menghabiskan biaya besar. Dan alhamdulillah dapat satu kursi,” katanya kepada wartawan di Kantor KPU Salatiga, kemarin.
Komisioner KPU Salatiga, Suryanto menyebutkan bahwa audit dan kampanye sudah diserahkan kepada partai politik. Terkait dengan pengeluaran biaya kampanye, pihak KPU tidak bisa menilai.
“Karena dalam arena politik tergantung kepedulian publik dan pemilih. Sehingga biaya besar tidak menentukan jumlah perolehan kursi di DPRD Salatiga,” jelas Suryanto.
Hasil audit KAP yang diterima KPU Salatiga, disebutkan penerimaan dana
kampanye Nasdem sebesar Rp 423.491.750 pengeluaran Rp 422.991.750; PKB penerimaan Rp 161.116.400 pengeluaran Rp 160.916.400; PKS penerimaan Rp 441.718.650 pengeluaran Rp 440.709.844: PDIP penerimaan terbesar yakni Rp 1.123.514.040 dengan pengeluaran Rp 1.119.514.040.
Kemudian Partai Golkar Rp 353.454.000 dengan pengeluaran Rp 353.404.000; Partai Gerindra dengan penerimaan Rp 624.722.000 dan pengeluaran Rp 624.222.000; Partai Demokrat Rp 225.657.500 dengan pengeluaran Rp 254.657.500; PAN Rp 149.325.850 pengeluaran Rp 148.825.850; PPP Rp 73.000.000 pengeluaran Rp 72,9 juta. Partai Hanura Rp 135.250.000 pengeluarannya Rp 134.750.000 dan PKPI penerimaan dana Rp 50.742.750 dengan pengeluaran Rp 50.742.750. PBB tidak melaporkan dana kampanye Pemilu Legislatif lalu.
Sedangkan berkaitan dengan laporan dana kampanye pilpres, tim pemenangan dan partai pengusung wajib membuat rekening khusus paling lambat pada Selasa (3/6). (sas/ida)