Mulai Kesulitan Air Bersih

85

BLORA-Memasuki Juni, sejumlah kecamatan di Kabupaten Blora mengajukan permintaan air bersih. Itu seperti di Kecamatan Jati dan Tunjungan. Di Kecamatan Jati terdapat sebanyak dua desa yang kini merasa kesulitan mendapatkan air bersih. Namun hal itu segera diatasi oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blora.
Kepada Jawa Pos Radar Kudus Kasatpol PP Kabupaten Blora Sri Handoko menjelaskan, untuk memasok air bersih bagi warga, pihaknya tidak merasa kesulitan. Karena tahun ini mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa dua truk tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing truk sebanyak 5.000 liter air.
”Kekeringan di Blora belum mengkhawatirkan. Sebab cuaca pada tahun ini tampaknya tidak sebegitu ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sekarang jika ada permintaan warga maka langsung drop menggunakan truk baru tersebut,” terangnya.
Sri memprediksi, puncak musim kemarau terjadi pada Agustus. Namun pada Juni dan Juli tahun ini masih dalam kategori kemarau basah. Hal ini ditandai dengan mulai berbunganya pohon randu dan tanah masih basah di area persawahan.
”Dari tahun ke tahun jika tiba musim kemarau tidak terlalu mengkhawatirkan. Kami terus lakukan pemantauan dan antisipasi dini apabila ada warga yang membutuhkan air bersih,” ungkapnya.
Sri mengemukakan, daerah rawan kekeringan itu seperti wilayah Kecamatan Jati, Blora, Jepon, Jiken, dan Banjarejo. Namun hingga kini warga belum mengalami masalah yang cukup mengkhawatirkan terkait persoalan pasokan air bersih. ”Semuanya masih dalam kondisi aman. Kami selalu waspada dan siap jika sewaktu-waktu dimintai warga untuk memasok air bersih,” ungkapnya. (yud/zen)