Kabur, Penyelesaian Pasar Bandongan

174

MUNGKID — Proses pembangunan Pasar Bandongan, Kabupaten Magelang, yang terbakar molor dari tenggat waktu yang sudah disepakati. Ironisnya, hingga 2013 lalu, pembangunan pasar itu belum selesai. Pemerintah lamban dalam pengerjaan proyek multi years ini.
”Kita sudah menyetujui anggaran pembangunan (Pasar Bandongan), tapi (pembangunan) belum juga selesai pengerjaannya,” sentil anggota DPRD Kabupaten Magelang, Hibaatun Wafiroh, kemarin. 
Bahkan, pembangunan tahap pertama pasar pengganti bangunan yang terbakar pada pertengahan 2011 tersebut, sudah terhenti sejak akhir 2013 lalu.
Pantauan koran ini di lokasi proyek, kemarin sudah tidak ada lagi aktivitas. Bangunan yang diselesaikan pada tahun lalu, berdiri kokoh meski belum sempurna. Bangunan itu tertutup pagar seng yang terpasang melintang di bagian depan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Energi, dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Magelang, H Sutarno belum berani memastikan kapan pembangunan lanjutan Pasar Bandongan dimulai. Alasannya, sampai sekarang, proses lelang masih berlangsung.
”Kalau semua tahapan lelang berjalan mulus, diperkirakan pekerjaan dapat segera dimulai awal Juli mendatang,” katanya, kemarin, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Edy Siswantoro ST.
Menurut Edy Siswantoro, pekerjaan tahun ini menyempurnakan konstruksi yang sudah diselesaikan tahun lalu. Antara lain, pembuatan kios dan los, drainase, areal parkir, pemasangan instalasi air dan listrik. Untuk itu, dialokasikan dana Rp 2,5 miliar dari APBD 2014.
Pasar baru Bandongan dibuat dua lantai, berkonsep pasar tradisional. Nantinya, pasar diarahkan untuk memberdayakan potensi lokal. Di lantai dasar, dibangun basement sedalam tiga meter dan dilengkapi hidran umum dan drainase.
Di sana, dibangun kios dan los untuk menampung 326 pedagang yang sudah mengantongi izin. Terdiri atas 84 kios dan lapak berukuran 3 x 3,5 meter serta 3 x 4 meter berada di lantai satu, dan 173 lainnya di lantai atas.
Lantai bawah untuk pedagang yang menjajakan barang-barang kering. Sedangkan pedagang sayuran dan daging, di lantai atas. Basement digunakan parkir motor. Tujuannya, untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas kendaraan di jalan depan pasar.
Perhitungan awal, pembangunan hanya menyerap Rp 10 miliar. Setelah dihitung ulang sesuai DED, anggaran membengkak menjadi Rp 12,5 miliar. Sebab, ada tambahan volume pekerjaan, untuk menjaga mutu konstruksi bangunan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pasar. (vie/isk/ce1)