GUNUNGPATI – Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman menyebutkan, kampusnya saat ini tengah melakukan verifikasi lapangan terhadap calon mahasiswa penerima bidikmisi yang diterima melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Setidaknya terdapat 1.399 calon mahasiswa pemohon bidikmisi yang sudah lolos pada SNMPTN. Meski nantinya pada verifikasi lapangan yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria penerima beasiswa, mereka tetap memiliki hak kuliah di Unnes.
Ada banyak skema yang bisa diberikan andai kata calon mahasiswa ini tidak bisa memenuhi syarat sebagai penerima bidikmisi. Bisa dialihkan ke program beasiswa lainnya. ”Atau jika yang bersangkutan setelah diverifikasi ternyata berasal dari keluarga mampu, dia akan masuk ke kategori mahasiswa umum dan diberlakukan UKT (uang kuliah tunggal),” ujarnya di kampus Unnes Sekaran, Rabu (4/6).
Dia menyebutkan, bagi para peserta pemohon bidikmisi melalui SNMPTN meski sudah dinyatakan lulus seleksi pada pengumuman SNMPTN beberapa waktu lalu, belum menjamin yang bersangkutan menerima beasiswa penuh dari pemerintah. ”Calon mahasiswa harus lolos verifikasi lapangan juga baru setelah itu bisa menerima beasiswa ini,” tukasnya.
Sementara itu di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rektor Undip Prof Sudharto P. Hadi mengatakan, kursi SNMPTN di Undip belum tentu terisi sepenuhnya. Dia memprediksi sebagian calon mahasiswa yang sudah lolos seleksi SNMPTN akan melakukan registrasi ulang. ”Ada sebanyak 3.706 mahasiswa baru dengan 792 orang adalah peserta bidikmisi yang terjaring melalui SNMPTN. Namun kami perkirakan tidak seluruhnya melakukan registrasi atau mendaftar ulang. Meski jumlahnya tidak akan lebih dari 10 persen,” katanya.
Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, peserta yang sudah lolos namun tidak melakukan registrasi ulang dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya ada yang memilih perkuliahan kedinasan. ”Ini yang paling banyak menjadikan siswa membatalkan melakukan registrasi ke kampus Undip. Beberapa instansi kedinasan melakukan perekrutan yang pelaksanaannya hampir bersamaan dengan SNMPTN. Dengan beasiswa penuh dan kesempatan kerja selepas kuliah, dipastikan mereka akan memilih instansi pemerintahan tersebut,” tukasnya. (mg1/ton/ce1)